Ravenna mendengar kabar itu langsung dari televisi di apartmentnya. Ia sedang sendiri tanpa teman disana. Galang dan Chris sedang bekerja di agensi. Chris sebelumnya meminta seseorang untuk menjaga Ravenna di apartment ketika tidak ada satupun yang dapat menemaninya. Hari ini, orang itu tidak masuk bekerja. “Chris? Kamu udah-... No, no, no. Aku nanya, kamu udah liat di berita?” “Namaku diseret-seret lagi. Kali ini soal penyogokan. Aku-... aku dituduh nyogok-... beneran, Chris.” “No. I’m not even panic but you...” Ravenna memutus sambungan telepon dengan Chris. Ia melihat kembali berita di televisinya itu. Kali ini, Ia tidak panik, tapi napasnya terasa cukup berat. “Huh... one .... huh ... two ....” Ravenna mengatur napasnya sendiri. Ia meluruskan kaki kanannya ke atas sofa. Menyanda

