“Good morning, Beautiful!” Jessi menyapa Ravenna yang sedang tergeletak di atas tempat tidur rumah sakitnya. Ravenna langsung mendudukkan dirinya, bersandar pada bantal. Ia tersenyum senang melihat wanita cantik yang kini telah menjadi teman dekatnya, tempat berbagi cerita. Chris yang telah duduk di sebelah tempat tidur Ravenna, terkejut mendengar suara tidak biasa dari Jessi. Sepengetahuan Chris, selama mereka kena hingga hari ini, Jessi dikenal sebagai orang yang tidak banyak bicara. Berbeda dengan setelah Jessi bertemu dengan Ravenna. Mereka berdua menjadi duo nyaring dan cukup banyak berbicara. “Aaaaaa... Kak Jessi. Kangen banget,” kata Ravenna sedikit berteriak, sambil merentangkan tangannya untuk memberikan pelukan kepada Jessi. Jessi segera berlari menerima pelukan hangat dari Ra

