Hujan tiba-tiba mengguyur ketika Rama sampai di depan rumahnya, benar-benar cuaca saat ini sama sekali tak bisa ditebak. Padahal tadi langit sangat cerah, tiba-tiba mendung dan hujan pun datang. Begitu juga dengan jalan hidup Rama, ada setitik harapan lalu ia dihempas badai lainnya. Namun Rama tak akan patah arang, ibarat mendaki, ia sudah dekat dengan puncaknya. Rama masuk ke dalam rumah, suasana rumah begitu sepi. Maklum, Dina dan Dian tengah sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Hubungan Dian dan Rama juga masih terlihat canggung, Dian tak terima saat Rama memperlakukan Fahri dengan seenak jidatnya. Namun, Rama tak pernah ambil pusing. Fokusnya kini hanya pada kesembuhan ibu Diva. Rama duduk di sofa ruang tamu, tangannya sibuk mengetik di mesin pencari. Mencari psikiater terbaik d

