Rama menunggu Denis dan Devan untuk makan siang di sebuah kedai soto yang cukup terkenal di Semarang, menu makan siang yang cocok dipanasnya siang hari kota Semarang ini. Meskipun kedai itu tak terlalu besar. Namun, banyak pengunjung yang bergantian datang dan pergi. Rama memilih kedai ini karena memang ini yang paling enak diantara warung soto lainnya. "Lama sekali," gerutu Rama pada dirinya sendiri. Ia sudah menunggu selama lima belas menit, tapi Devan dan Denis sama sekali belum terlihat. Maklum saja, jarak mereka cukup jauh daripada rumah Rama ke kedai itu. Bahkan Rama sudah menghabiskan dua gelas es teh beserta gorengan untuk menemaninya menunggu kedua sahabatnya itu. Devan dan Denis datang bersamaan, keduanya memakai pakaian kerja. Mereka menyempatkan diri untuk makan siang bersama

