Diva sampai di rumahnya, setelah memastikan air matanya tak lagi menetes. Ia tak ingin ibunya bertanya macam-macam. Ada sebuah sepeda motor terparkir di depan rumahnya, Diva tak tahu motor siapa itu. "Buk, Aku pulang," salam Diva. Nita dan Fahri tengah duduk, menanti kedatangan Diva. Nita menghampiri anak gadisnya itu, ia sambut dengan senyum manis. "Fahri menunggumu sejak tadi, ibu pikir kamu kenapa-kenapa. Kok tidak pulang-pulang, Alhamdulillah kamu sudah pulang. Ibuk tinggal ya, temui Fahri," bisik Nita, Diva menurut saja. Sebenarnya ia sedang tak ingin bertemu dengan Fahri, setelah apa yang terjadi sepulang dari pesta teman SMA nya. Namun Diva sama sekali tak bisa menghindar, bagaimanapun Diva sudah terikat dengan lelaki itu. Fahri tersenyum kecil ketika Diva mendekatinya, gadis i

