Anggita datang bersamaan dengan Diva yang akan pergi, gadis itu masih hapal wajah Diva meskipun baru sekali bertemu. Sekilas ia melihat Diva menangis. Anggita menerka-nerka apa yang baru saja gadis itu alami, sembari ia mendekati meja kerja Aida. Anggita bertanya pada Aida, menanyakan apakah Rama di sini atau tidak. Tadi Anggita sudah ke ruko dekat rumahnya, tetapi Rama tidak ada di sana. Karyawannya bilang Rama ke sini. Ditangan gadis itu ada sebuah goodie bag cukup besar, akan ia berikan kepada Rama sebagai bekal lelaki itu selama di luar kota. "Maaf, dengan siapa ya?" tanya Aida sopan. "Anggita, Kak. Teman Dian, adik Kak Rama." "Baiklah, mari saya antar ke ruangan Pak Rama," ucap Aida, Anggita mengikuti wanita itu dari belakang. Keduanya melewati tiga orang kurir yang tengah memisa

