Part 34 ~ Pamit

1176 Kata

"Ma," sapa Rama. Dina tengah sibuk menata sarapan untuk putranya, menatanya dengan sepenuh hati bak sedang mengikuti kompetisi memasak seperti yang sering ia tonton di televisi. Dina mengalihkan pandangannya, menatap Rama yang sudah berdiri di sampingnya. Akhir-akhir ini banyak perubahan dari anak bujangnya itu. Mulai dari sering berpenampilan rapi, sampai Dina tak lagi dibuat kesal dan harus mengeluarkan tenaga untuk membangunnya karena Rama sekarang sering sekali bangun pagi. Entah untuk olahraga, ataupun sekedar melihat Dina menyiapkan sarapan seperti ini. Hari ini rencananya Rama akan mengunjungi cabang pertama usahanya, ia ingin bernostalgia mengenang masa-masa perjuangan mendirikan jasa ekspedisi miliknya itu. "Sarapan, Sayang." Dina sudah selesai, makanan tertata begitu apik mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN