Fajar memasuki sebuah ruangan ber Ac, ia mengamati tiap sisi ruangan yang terasa sunyi. Rasanya seperti tidak berpenghuni tapi dirinya yakin jika harus memasuki ruangan tersebut. “Kenapa kayak nggak ada orang. Apa cuma aku yang jadi pelamar kerja di sini?” tanya Fajar sendiri. Fajar memutuskan untuk duduk di sebuah sofa, sepertinya sofa itu diperuntukkan bagi tamu yang datang. Karena, setelah itu masih ada pintu lagi untuk memasuki sebuah ruangan. Entah, ruangan apa. Yang pasti Fajar belum berani masuk. Apalagi tidak ada yang bisa ditanyai. Tak lama setelah itu, seseorang keluar dari ruangan yang sejak tadi cukup menarik perhatian Fajar. Sepertinya itu adalah ruangan HRD. Tapi yang keluar dari sana barusan adalah seseorang dengan pakaian yang begitu rapi dan khas pekerja kantoran. Faj

