Pulang Bersama

1029 Kata

Reyhan menjabat kedua tangan papa dan mamanya. Ia menunjukkan rasa hormat pada kedua orang tuanya tersebut. Kayla juga melakukan hal yang sama. Ia tersenyum sambil menunduk. Dilihat dari rumah tempat kedua orang tua Reyhan tinggal saja seperti ini. Bagai istana, jauh sekali dengan keadaan rumahnya. Bagai langit dan bumi. Kayla ragu untuk melanjutkan langkahnya bertaaruf. Bagaimana bisa orang sekaya Reyhan akan menjadi pasangan, rasanya tidak sebanding. Ia harus menjelaskan dengan baik keraguan hatinya ini. Tidak bisa ia dengan perbedaan kelas sosial yang begitu mencolok. “Dia siapa Rey, cantik sekali,” puji mama Vina, ibunda dari Reyhan. “Dia Kayla Ma! Dia yang aku ceritakan beberapa hari lalu itu,” terang Reyhan. Sementara papa dari Reyhan masih diam. Ia seperti menilai penampilan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN