Mungkinkah Pengorbanan Ini Sia-sia

929 Kata

Fajar sedikit terkejut. Ia kira siapa yang ada di balik pintu. Ternyata sang atasan sekaligus temannya. Selly. "Kamu udah sibuk banget ya?" tanya Selly segera setelah Fajar sudah ada di dekatnya. "Ehm …, nggak juga. Uadh selesai. Ini mau minta kopi ke ob. Soalnya dari tadi belum dibuatkan." "Ohh …," sahut Selly. Fajar melihat Selly begitu luar biasa. Segala yang menempel di tubuh wanita itu mengundang bertanya untuk bisa terus memandangi dari atas hingga ke bagian paling bawah. Belum lagi, parfum yang bisa terhirup saat berdekatan dnegan Selly seperti ini. Ia merasa ada hal lain di hatinya yang ingin keluar. "Kalau gitu, aku ke ob dulu ya!" pinta Fajar. Ia segera mengalihkan pandangan dari Selly. Selly sedikit menggerutu. Ditinggal begitu saja, hanya dengan basa basi singkat. Ia tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN