Kecantikan yang tercipta di mata Reyhan kali ini, memang begitu berbeda. Kayla begitu manis dengan senyum yang memang tak gampang untuk dilupakan. Senyum itu seperti ingin menempel terus di ingatan Reyhan. Bahkan sampai Kayla sudah merasa kantuk dan tak berekspresi apa-apa lagi. Reyhan merasa masih terbius dengan pesona tersembunyi Kayla. Ia melihat gadis itu begitu tulus. Ada kelebihan yang tidak dimiliki Aqila tapi dimiliki oleh sang istri. Entah apa itu. Tapi, ia berusaha mencari. Bagai magnet yang berasa kuat membuat dirinya ingin menyayangi Kayla dengan ikhlas. Karena jujur, kadang juga ia masih terbayang kehadiran Aqila. Meski hanya ilusi sesaat. “Kita pulang yuk! Sepertinya kamu udah mengantuk!” ajak Reyhan. Kayla menutupi mulutnya yang menguap. Memang ia saat ini mengantuk seka

