sisi lain

1117 Kata
Adrian prawira menatap Monalita penuh arti. dia baru tahu dari Devandra bahwa wanita seksi yang memicu pertengkaran Abhi dengan Laksono itu adalah istri Abhi sendiri. sekali lihat saja dia sudah tahu, wanita seperti apa yang sudah diperistri oleh rekan bisnisnya itu. Mabuk di klub malam, berjoget dengan pakaian minim bahan dan seksi sudah cukup memberikan penilaian buruk bagi yang melihatnya. mungkin akan terlihat sedikit 'biasa' jika dia ditemani oleh teman - temannya. jadi tambah buruk karena berjoget bersama seorang Laksono yang semua orang dikalangan mereka sudah sangat tahu sepak terjangnya. Adrian mengakui dia sama bajingannya dengan Laksono dan Hadinata. dikalangan mereka memang biasa kalau kaum lelakinya keluar masuk klub malam. bersenang - senang dengan wanita panggilan. tapi dia punya rules nya sendiri. jika minum minum mereka anggap biasa, tidak dengan main wanita ketika sudah menikah. punya wanita simpanan dengan status memiliki istri sah tetap lah aib dimatanya. pecundang yang sebenarnya adalah mereka yang berselingkuh karena tidak mampu menahan nafsu tapi tidak punya nyali untuk berterus terang pada istri dan lingkungan. menggantungkan nama baik keluarga di pundak para istri. bersenang- senang dengan wanita lain diluaran. saat ketahuan , menyalahkan para istri yang tidak becus membuat suami betah di rumah. Laki - Laki memang egois! untuk kasus Abhi yang berpoligami Adrian tidak tahu kenapa bisa terjadi. Adrian bukanlah orang yang tertarik apalagi peduli dengan urusan pribadi orang lain. tapi sekarang untuk pertama kali dia jadi tertarik dengan sosok istri Abhi yang satunya. seperti apa bentuknya sehingga dia mau dipoligami oleh seorang Abhiyaksa. karena kalau merunut dari usia Abhi pastilah istrinya masih tergolong muda. masih muda sudah bersedia dipoligami? pasti ada sesuatu dibalik itu semua. menarik juga. " jadi alasan seperti apa yang akan kamu berikan sehingga saya harus memaafkan dan melupakan masalah tadi? " suara Laksono terdengar, membuat Adrian memusatkan atensinya pada Laksono. " teman saya lagi mabuk om " jawabnya berbohong ," dia sedang ada masalah dengan istrinya, istrinya selingkuh dengan pria lain" Adrian mengucapkan perkataannya sambil melihat lurus kearah Mona. wanita itu terlihat menahan nafas karena tegang. nyawanya serasa berada diujung tanduk. Adrian tersenyum sinis " terus kenapa dia memukul saya? " " karena mabuk dia mengira mbak ini istrinya, sepertinya mereka mirip..." Adrian menyunggingkan bibirnya miring. matanya dia kedipkan pada Mona. Mona menghembuskan nafasnya lega. beruntung Adrian tidak membuka kedoknya didepan Laksono. entah apa yang disembunyikan olehnya, karena seingat Mona tadi pria ini mengaku sebagai teman Abhi. jangan - jangan dia akan membongkar rahasianya pada Abhi... tapi jika itu yang akan Adrian lakukan jauh lebih baik daripada Laksono yang tahu. dia tidak bisa membayangkan akan seperti apa hubungannya dengan Laksono kalau sampai dia tahu Mona punya hubungan dengan pria lain dibelakangnya. tidak akan cukup dengan menyita semua barang yang sudah dia kasih saja. nyawanya pasti akan terancam. setidaknya dalam waktu dekat Mona tidak mau hal itu terjadi. " sekali lagi saya mohon agar om mau memaafkannya. kasihan dia om..." Laksono terkekeh. Adrian juga ikut tertawa begitu mengerti apa yang ada di dikepala Laksono. " Lelaki payah memang harus kita kasihani..." kekehnya sambil mengangguk -angguk. " banyak wanita yang bisa dibeli kenapa juga dia harus menderita karena satu orang? bikin malu saja." Adrian mengangguk " iya om, masalah wanita gampang, uang bisa membuatnya mendekat pada kita... kita tinggal pilih saja. kalau bosan tinggal ganti." Adrian tertawa bersama Laksono. Monalita mati-matian menjaga raut wajahnya agar tetap terlihat biasa saja. seolah tidak tersinggung dengan ucapan Adrian yang memang sengaja ditujukan padanya. *** Marco ingat sekarang. bisa dia pastikan kalau dia memang pernah bertemu dengan Monalita sebelumnya. selain saat bersama Abhi dia pernah melihat Monalita dikantor ayahnya. juga pernah bertemu dengan Monalita saat tidak sengaja bertemu dengan pamannya di lobi salah satu hotel di Jakarta. mereka sempat berbincang sebentar. sedang kan wanita itu, yang sekarang bisa Marco pastikan adalah Monalita memilih menghindar dengan buru- buru masuk kedalam mobil sang paman yang terparkir didepan pintu masuk. Marco yakin dia salah satu gundik pamannya. papa dan pamannya memang sama - sama b******n. apa sebaiknya dia menemui pamannya. cara paling mudah untuk membuat Abhi mengetahui sepak terjang istrinya adalah dengan membawa nama pamannya. Marco menggeleng. sepertinya itu bukan ide yang bagus. bisa jadi sekarang Monalita bukan lagi wanita pamannya, makanya dia kembali pada mantan suaminya. dan seandainya pun mereka masih bersama, ia juga tidak peduli. yang jadi fokusnya sekarang adalah wanita lain. dia adalah Larasati anindya. Marco bingung harus memulai dari mana agar bisa memberikan pemahaman pada Laras. Marco ingin Laras bisa memperjuangkan haknya sebagai seorang wanita. setiap wanita berhak untuk menolak dipoligami. menunggu Dea yang melakukan pendekatan dengan Laras sepertinya tidak sesuai dengan harapannya. Laras pasti menutup diri dari Dea. Devan sama saja. Devan pasti akan berpihak pada Abhi. *** Elmira dan Laras sedang berada di toko tas dan sepatu yang berada di salah satu Mall . Ronald dan kedua cucunya memilih memasuki toko buku. Elmira mengajak menantunya untuk berbelanja bersama. sebenarnya Elmira tidak terlalu suka belanja. dia hanya akan berbelanja saat butuh sesuatu saja. pengecualian untuk saat tertentu. jika moodnya sedang jelek maka dia akan berbelanja agar moodnya kembali bagus. saat berkunjung kerumah anak menantunya tadi dia melihat Laras lebih banyak melamun. tidak seperti biasanya yang aktif menanggapi celotehan Rara. tadi itu Rara bahkan harus bertanya berkali- kali pada Laras barulah dia mendapatkan jawaban dari ibunya itu. tatapannya kosong. hanya raganya saja yang ada bersama mereka, jiwanya melayang entah kemana. pasti karena ulah Abhi, anaknya sendiri. meski tidak tahu penyebab pastinya tapi Elmira yakin seratus persen pasti perbuatan Abhi . Anaknya adalah tersangka utama yang telah menggoreskan pisau pada hati menantunya. Maka disinilah mereka sekarang. pergi ke Mall demi menghibur Laras dan menyenangkan cucu- cucunya. " tas ini kayaknya bagus dikamu Ras " Elmira menyodorkan salah satu tas keluaran terbaru pada Laras. Laras yang sebelumnya berdiri bengong didepan rak yang memajang tas - tas branded itu menerima uluran dari mertuanya. tidak melihatnya dengan benar kembali dia menyodorkan pada Elmira. " Laras sudah punya tas warna coklat ma" tolaknya. " tapi ini beda merk dan modelnya kan? " " iya bu, ini model terbaru. belum banyak yang punya " si mbak pramuniaga ikut - ikutan merayu Laras agar tertarik untuk membelinya. Laras menggeleng sambil tersenyum. Elmira menghela nafas . sepertinya dia gagal membuat Laras melupakan kesedihannya dengan belanja. " mama saja yang belanja, Laras belum butuh tas dan sepatu baru " jawabnya tak enak hati pada Elmira. Laras tahu tujuan Elmira mengajaknya belanja untuk menghiburnya. Laras berterima kasih untuk itu. tapi kalau belanja disaat hati sedang bersedih Laras takut akan kalap. apa yang dia beli nantinya bukan barang yang dia butuhkan tapi karena keinginan sesaat saja. ujung - ujungnya tidak terpakai cuma jadi penunggu lemari saja. Laras takut akan jadi mubazir. dia bukanlah wanita hedon yang mudah menghabiskan uang untuk kesenangan semata.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN