hati yang luka

2566 Kata
Pukul sembilan malam Sinta dan Rara sudah masuk kamar. setelah memastikan keduanya menjalani rutinitas bersih- bersih sebelum tidur, Laraspun masuk kedalam kamarnya sendiri. Abhi dan Mona sepertinya belum kembali. dua hari berlalu sejak hari dimana mertuanya tahu apa yang terjadi, Abhi dan Mona tidak pulang kerumah pada malam itu. keesokan harinya barulah mereka pulang saat sore menjelang. Laras tidak berniat menanyakan kenapa suaminya tidak pulang. Abhipun tidak mengatakan apa- apa. Sebenarnya Abhi berharap Laras akan menginterogasinya. berperan seperti istri yang sedang cemburu. itu pasti lebih baik baginya. dibanding didiamkan seolah dia makhluk yang tak kasat mata begini. Laras yang banyak diam membuatnya tersiksa lahir batin. meski ada Mona disampingnya, Laras masih tetap dia butuhkan. terutama pagi hari, dia yang terbiasa dilayani oleh Laras merasa sangat kehilangan karena sekarang selalu saja diabaikan. Laras hanya mengurus Sinta dan Rara saja. berharap pada Mona terasa percuma. setiap hari selalu bangun terlambat. jangankan punya waktu mengurusi kebutuhan Abhi yang ada dia selalu dikejar waktu agar tidak terlambat kekantor. sering tidak sarapan kalau tidak ada sisa sarapan yang disediakan oleh Laras. Abhi ingin perhatian Laras padanya kembali lagi. untuk itu sengaja malam ini dia akan tidur di kamar Laras. Mona tidak akan bisa melarangnya. Abhi masuk kamar saat Laras sedang di kamar mandi. meski sempat kaget mendapati Abhi yang sudah bersandar dikepala tempat tidur, Laras bisa segera menetralkan raut wajahnya. memakai semua rangkaian perawatan wajahnya dengan pandangan Abhi yang tidak lepas darinya membuat Laras jadi canggung. sudah lama menikah tidak lantas membuat Laras kebal dengan pesona Abhi. dimata Laras Abhi tetaplah pria tampan yang mampu menggetarkan hatinya. sebelum prahara menghampiri rumah tangganya Abhi selalu memperlakukan Laras dengan lembut. sehingga dia jatuh terlalu dalam kedalam pesona seorang Abhiyaksa puja kesuma. semua impian wanita tentang suami idaman ada didiri Abhi. tampan, gagah dan mapan. sifat sentimentalnya sebagai wanita mudah terpengaruh saat berada didekat Abhi. tatapan lekat Abhi mempengaruhi degup jantungnya. setelah semua yang Abhi lakukan padanya apa dia lantas membenci suaminya itu? jawabannya Tidak! Laras tidak pernah bisa membenci Abhi. dia sudah mencobanya. tapi yang timbul hanya perasaan kecewa yang teramat dalam. Laras jelas tahu kenapa yang dia rasakan hanya kecewa bukannya amarah. karena cinta. cinta dan harapan tidak pernah bisa benar- benar dipisahkan. cinta menghadirkan harapan pada orang yang kita cintai. harapan yang tidak menjadi seperti keinginan kita melahirkan rasa kecewa. kekecewaan yang terjadi berulang kali menimbulkan luka. Laras terluka oleh perbuatan Abhi padanya. hati yang luka akan sangat sulit untuk disembuhkan. " kamu nggak akan tidur? " Abhi bertanya melihat Laras yang tidak kunjung beranjak dari meja riasnya. padahal sudah selesai dari tadi. Laras tersentak dari lamunannya. " tidur saja duluan " jawabnya tidak nyambung dengan apa yang Abhi tanyakan. bangkit dari duduknya Laras berniat keluar kamar sejenak. menunggu Abhi tertidur duluan sehingga dia tidak harus berduaan dalam kondisi masih terjaga. " mau kemana? " Lagi, pertanyaan Abhi memaksanya untuk berbicara. " kedapur ambil minum " Abhi mengangkat botol minum Laras yang sudah terisi penuh. Abhi yang mengisinya sebelum masuk kamar. Laras diam tidak punya alasan untuk menghindari Abhi. melihat istrinya kembali melamun, Abhi bangkit. menghampiri Laras yang berdiri tak jauh dari pintu kamar. diraihnya tangan Laras dengan lembut. menarik dengan pelan agar Laras berjalan menuju ranjang. Laras berbaring dengan menyelimuti seluruh badan hingga kekepalanya. Abhi tahu Laras sedang membuat batas diantara mereka. tidak hilang akal Abhi memutuskan ikut masuk kedalam selimut Laras. selama ini Abhi tidak suka memakai selimut. kecuali sedang berhubungan badan dia tidak akan menggunakan kain tebal itu. badannya selalu hangat sehingga selimut hanya akan membuat tubuhnya menjadi gerah dan berkeringat. perasaan lengket karena keringat biasa tidak disukainya. berbeda dengan keringat yang dihasilkan oleh olahraga ranjang baru ia sukai. " mas.." protes Laras begitu gerak badannya terbatas karena badan besar Abhi yang melingkupinya. " minggir. kamu itu berat " Abhi yang tidak peduli semakin merapatkan tubuh mereka. " mas, kamu dengar nggak kalau aku bilang minggir " Laras menatap kearah mata Abhi diantara keremangan cahaya. Abhi balas menatap. tidak begitu jelas tapi nyata bagi mereka yang sudah hidup bersama dalam jangka waktu yang lama. wajahnya semakin turun kebawah. menuju wajah Laras yang menegang dalam diam. melihat gelagat Abhi yang hendak menciumnya membuat Laras memalingkan wajahnya kesamping. tidak berhasil mencium bibir Laras Abhi mendaratkan ciuman nya dipipi Laras. dia tidak bisa menahan diri. ingin marah pada penolakan Laras pun tidak bisa. Lama Abhi menautkan bibirnya dipipi mulus Laras. Laras membiarkan saja Abhi mencium pipinya. " tidurlah..." bisiknya sambil menyingkirkan selimut dengan kakinya. beranjak dari atas tubuh istrinya Abhi menyamankan posisi tidurnya disamping Laras. Laras memutar tubuhnya. memunggungi suaminya. Abhi mendekat. merentangkan tangan sebagai bantal kepala Laras. dipeluknya tubuh Laras dari belakang. dalam kesunyian Abhi meletakan kepalanya diatas kepala Laras. senang bisa kembali berada diposisi seintim ini dengan istrinya. tanpa bicara dia menghidu aroma harum yang menguar dari rambut Laras. aroma floral yang sangat feminim. wangi yang selalu ia rindukan. *** Pagi berlalu dengan sedikit lebih damai. seolah kembali kemasa sebelum kehadiran Mona ditengah mereka. Laras tidak tahu kenapa Mona tidak ikut sarapan bersama mereka. Abhi juga terlihat biasa saja, raut wajahnya cenderung lebih cerah. kebahagiaan terpancar diwajah tampannya. Tanpa sadar senyum menyungging dibibir Laras. Berharap keadaan seperti ini yang akan terus dilaluinya. namun rasanya tidak mungkin. ada Mona diantara mereka. tapi kenapa Abhi seolah abai dengan ketiadaan Mona sekarang? tentu saja karena Mona sudah mengabarinya. Laras menertawakan kenaifannya sendiri. sempat terfikir kalau kehadirannya dengan anak-anak sudah cukup bagi Abhi. hanya karena tadi malam Abhi tidur dikamarnya dia berada diatas angin. seakan Abhinya sudah kembali. menjadi percaya diri berlebihan. ternyata dia semenyedihkan itu. *** Ponsel Mona tidak bisa dihubungi. berulang kali dicoba tetap tidak aktif. Abhi jadi belingsatan sendiri. kemarin sore mereka bertengkar karena Abhi yang ingin tidur dikamar Laras. Mona tidak setuju. dia mengaku cemburu. tidak ingin berbagi Abhi dengan Laras. sudah cukup selama ini Laras yang berada disisi Abhi. sekarang saatnya dia yang harus diprioritaskan. pertengkaran pun terjadi karena mereka yang sama- sama keras kepala. Mona yang merajuk memutuskan tidur di apartemennya saja. Abhi tidak melarang. biarlah Mona menenangkan diri disana. dia bisa fokus dengan Laras. sejak pagi Abhi mencoba menelfon Mona tapi tidak aktif, Abhi yakin Mona masih mengambek padanya. siang hari masih belum aktif juga. Abhi tidak tahu harus menelfon siapa untuk menanyakan keberadaan Mona. tidak ada seorang pun teman kantor Mona yang dia kenal. menyesal kenapa tadi pagi tidak langsung ke apartemen istri sirinya itu. sepulang kerja nanti dia akan kesana. menebus rasa bersalahnya dengan mengajak Mona dinner berdua. Rencana dinner yang sudah Abhi rancang jadi gagal karena ada meeting mendadak dengan rekan kerjanya diproyek yang baru berjalan. tidak bisa menolak karena diposisi sekarang Abhi yang lebih membutuhkan pertemuan tersebut. sebelum berangkat ketempat pertemuan Abhi kembali mencoba menelfon Mona. masih sama. Mona sepertinya benar - benar sedang menguji kesabaran Abhi. Abhi akan lebih bersabar lagi. sejak memutuskan berpoligami dia jadi memiliki banyak stock sabar. biarlah Mona mengabaikannya sekarang karena Abhi yakin nanti malam akan bisa meluluhkan hati Mona. sepulang dari meeting dia akan memberikan kejutan. membeli seikat mawar sepertinya bisa jadi ide yang bagus untuk mendapatkan maaf. berbeda dengan Laras yang tidak suka bunga, karena katanya mubazir, Mona justru sangat suka. bagi Mona bunga adalah bukti lain dari cinta yang romantis. teringat pada Laras, Abhi langsung mengirim pesan yang mengabarkan kalau dia tidak pulang malam ini. dia akan menginap di tempat Mona. Abhi tidak ingin Laras menunggunya. Abhi tahu Laras selalu menunggunya. wanita itu baru bisa tidur nyenyak setelah memastikan suaminya pulang dengan selamat. Devan masuk keruangan Abhi. sudah menunggu dari tadi untuk berangkat bersama namun yang ditunggu nggak kunjung muncul. " berangkat sekarang? " sapanya pada Abhi yang sedang mengutak atik ponselnya. Abhi mengangguk dengan pandangan masih terpusat ke ponselnya. Devan tertawa menggoda " repot ya harus ngabarin dua istri sekaligus kalau mau pulang terlambat? " Abhi mendengus. biang kerok mulai lagi. " jadi siapa nih yang susah di hubungi? kanjeng ratu atau sang selir? " Pena yang ada di atas meja kerja Abhi langsung melayang kearah Devan. Devan dengan sigap menangkapnya. Abhi sering mengamuk saat dia usik. pena melayang sudah biasa. seandainya ada asbak pasti dia memilih melemparkan benda tersebut padanya. beruntung Abhi yang bukan perokok aktif tidak menaruh asbak di meja kerjanya. Devan b*****t! Abhi tahu siapa yang dia sebut dengan sang selir. menyebut Laras kanjeng ratu tidak masalah baginya. toh dia tidak pernah merasa jadi pelayan bagi istrinya. julukan sang selir bagi Mona terlalu kasar menurutnya dia tidak rela panggilan itu terus- terusan Devan sematkan pada istrinya. meski masih menikah secara siri, Mona tidak pantas dipandang serendah itu. Abhi akan melegalkan pernikahannya dengan Mona suatu saat nanti. saat dia siap dan punya waktu untuk mengurus semua kelengkapan syarat - syarat untuk berpoligami secara resmi. Devan masih terbahak tidak takut dengan pelototan Abhi. Abhi yang semakin jengkel dengan ulah Devan segera keluar dari ruangannya. pergi meninggalkan Devan yang susah payah menghentikan tawanya. " bos, tungguin! " teriak Devan begitu tubuh Abhi terlihat semakin menjauh. Meeting di klub malam memang sudah sering dilakukan oleh orang yang bekerja dibidang yang sama dengan Abhi. dunia kerja mereka sebagian besar diisi oleh kaum adam. wajar kalau saat meeting yang tidak terlalu formal mereka lakukan ditempat yang bisa merilekskan otak dan fikiran mereka. meetingnya cuma sebentar. sisanya dilanjutkan dengan minum dan berjoget dengan para wanita seksi yang sebagian besar juga merupakan orang kantoran yang sedang melepas penat. Abhi tidak bisa langsung pulang setelah mendapatkan kesepakatan tentang perubahan cara penanganan proyek mereka. Devan memintanya untuk tinggal sedikit lebih lama demi menghormati rekanan mereka. minum sedikit juga tidak akan membuatnya mabuk. toleransinya terhadap alkohol juga lumayan tinggi. " kita turun sebentar yuk pak Abhi " Adrian yang terkenal flamboyan dan suka keluar masuk klub malam mengajak Abhi dan Devan melantai. ini pertama kali Abhi bekerja sama dengan pewaris utama perusahaan kontruksi tersebut. selama ini dia hanya mendengar rumor saja. banyak yang mengatakan bahwa Adrian cuma bisa menghamburkan uang orangtua nya saja. keluar masuk klub malam bersama wanita malam dengan tarif yang jetset. tidak sepenuhnya salah jika melihatnya langsung. melihat apa yang tersaji didepan mereka. bahkan tadi dia juga sempat menawarkan beberapa wanita pada mereka. tentu saja Abhi dan Devan menolaknya. mereka tidak pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya. Adrian mengangguk maklum, karena kedua rekannya tersebut sudah menikah dan punya anak. berbeda dengan dirinya yang masih melajang diusia menjelang akhir tiga puluhan. Tidak menerima tawaran untuk ons bukan berarti mereka tidak mau berjoget dibawahkan? tidak mungkin mereka sekolot itu. tidak sepenuhnya benar juga karena selama meeting tadi Adrian sangat menguasai apa yang jadi pembahasan mereka. tidak mungkin juga seorang Prawira soedjono menyerahkan perusahaan yang dia bangun dengan susah payah kalau bukan karena Adrian prawira bisa diandalkan. Devan mengangguk mengiyakan ajakan Adrian. Adrian dan asistennya yang bernama Dika lebih dulu turun. disusul oleh Devan dan Abhi. Abhi sudah mengingatkan Devan bahwa mereka tidak akan lama. sedang asyik menikmati musik yang berdentum mata Abhi menangkap sosok yang amat di kenalnya. sosok yang sejak tadi ada difikirannya. dia Monalita. tak jauh dari mereka. sedang menikmati musik yang sama dengannya. sedang berjoget seduktif dengan seorang pria yang usianya jauh diatas mereka. s**t! Mona terlihat nyaman berjoget dengan pria yang sedang memeluknya dari belakang. Devan yang menyadari kehadiran Mona bersamaan dengan Abhi langsung menghentikan gerak tubuhnya. Aura mematikan terlihat dari wajah sahabat akrab yang sudah ia anggap saudara sendiri. Mona b******k! Dasar w************n! makian berkecamuk dalam otak Devan. sebentar lagi Abhi akan mengamuk. bisa- bisa tempat ini akan hancur karena ledakan amarah Abhi. Masih sibuk dengan fikirannya sendiri Devan tidak menyadari Abhi yang sudah sampai didekat Mona. bogeman mentah langsung melayang ke wajah si om bau tanah. " Mas! " pekik Mona kaget bercampur takut. Abhi kembali berjalan kearah si Om yang sudah jatuh tersungkur ke lantai. pekikan para pengunjung hilang teredam oleh musik yang kencang. " Mas jangan.." teriak Mona menghalangi Abhi yang akan kembali melayangkan tinju. beberapa orang body guard si Om segera menghadang Abhi. si Om bangkit sambil mengusap darah yang mengalir disudut bibirnya. " ada apa ini? " sergahnya berang. Abhi menatap Mona tajam, mengabaikan pertanyaan orang yang baru saja dia hajar. Devan dan Adrian datang menghampiri. dia tahu siapa orang itu. Laksono candra. adik kandung Hadinata yang sama brengseknya dengan sang kakak. Adrian tidak mau Abhi terlibat masalah dengan mafia kelas kakap tersebut. dia yakin Abhi tidak akan menang jika berhadapan dengan orang yang jelas- jelas kebal dengan hukum. kali ini dia harus menolong Abhiyaksa. bukan tipikal dia sama sekali. tapi apa boleh buat. dia masih butuh Abhi dalam kondisi sehat wal afiat setidaknya sampai proyek mereka selesai. setelah menyuruh Devan membawa Abhi pulang, Adrian mengajak Laksono candra kedalam salah satu ruangan vip didalam klub tersebut. dia akan menggunakan pengaruhnya untuk membuat Laksono mau memaafkan Abhi. Mona terpaksa mengikuti Adrian dengan Laksono. masalah dengan Abhi bisa diselesaikan nanti. dengan Laksono tidak bisa ditunda karena Laksono orangnya sangat pemarah dan keras kepala. Tidak langsung pulang seperti yang Adrian sarankan, Abhi kembali lagi kemeja mereka. melanjutkan minum yang tadi tidak dia nikmati. Devan mengerti dengan perasaan Abhi. Malam ini dia dengan ikhlas harus kena amuk oleh sang istri karena pulang sangat terlambat. Bertentangan dengan pesannya tadi sore , Abhi justru pulang kerumah. diantar oleh Devan karena dalam keadaan mabuk berat. Devan tidak menjelaskan apa yang telah terjadi. Laras pun tidak meminta penjelasan. hari sudah menjelang diri hari. jadi dia tidak mau menahan Devan lebih lama lagi. dengan susah payah Laras memapah Abhi sampai ke kamar. setelah Abhi tertidur diranjang segera dibukanya sepatu suaminya . tidak lupa dasi dan baju yang sudah acak- acakan juga ia lepaskan dari tubuh Abhi. sesekali terdengar Abhi yang meracau. tidak jelas apa yang dia racaukan. baru sebentar tertidur Laras terbangun lagi karena merasa tubuhnya tertindih sesuatu. benar saja, begitu membuka mata wajah Abhi yang pertama kali dilihatnya. " mas, kamu ngapain...? " Abhi tidak menjawab dengan kata, yang dia lakukan memberikan jawaban dengan sebuah ciuman panjang. ciuman beraroma alkohol yang menghadirkan sensasi berbeda . Laras tahu efek mabuk masih menguasai diri Abhi. tapi ia menikmatinya. ciumannya kemudian berubah menjadi lumatan seiring dengan tangannya yang aktif menjamah tubuh istrinya. meremas kedua gundukan p******a Laras yang tidak terbungkus bra. Laras melenguh saat godaan tangan Abhi menghadirkan perasaan sensual pada sekujur tubuhnya. nafsu yang lama ia tidurkan terbangun dengan tiba - tiba. Abhi melepaskan ciumannya untuk membuka piyama Laras dengan tergesa. melemparkan kelantai. membuka sisa pakaiannya yang masih melekat ditubuhnya. kini keduanya dalam keadaan tanpa busana. kembali Abhi mencium bibir Laras. berpindah menyusuri leher Laras dengan jilatan yang berubah jadi hisapan dibeberapa titik. Laras terbuai dengan perlakuan Abhi. dia menginginkan Abhi terus mencumbuinya. kewanitaannya cepat sekali mengeluarkan pelumasnya. pertanda dia sudah sangat siap menerima kejantanan Abhi didalam tubuhnya. Abhi lantas menyatukan tubuh mereka. tak lama kemudian Laras menjerit karena gelombang o*****e yang datang menggulungnya. " mas...!" pekiknya tertahan didalam mulut Abhi yang kembali membungkam mulutnya. tubuh Laras bergetar keenakan. Abhi terus memompa tubuhnya dibawah sana. Laras masih mendesah setiap kewanitaannya beradu dengan kejantanan suaminya. sungguh nikmat yang tak terkira. tubuh Abhi menegang bersiap memuntahkan spermanya. Abhi mempercepat gerakannya. desahan Laras semakin keras karena sepertinya dia kembali akan mencapai puncaknya. akhirnya mereka sampai diwaktu yang bersamaan. " mas..." " Mona... " Abhi Ambruk diatas tubuh Laras yang menegang karena mendengar nama yang keluar dari mulut suaminya bukanlah namanya. cobaan apalagi ini? baru saja perasaannya dilambungkan ke angkasa mengapa sekarang dihempaskan kedasar neraka. Abhi yang masih setengah teler langsung tertidur kembali. sepertinya dia tidak menyadari apa yang keluar dari mulutnya sendiri. air mata kesedihan mengaliri pipi Laras. Laras menangis dalam diam...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN