Laras bersiap-siap berangkat ke warungnya. Ketika membuka pintu, dia kaget melihat Ryan sudah standby di dalam mobil di depan rumahnya. Laras mengunci pintunya lalu menghampiri Ryan. Ryan telah membuka pintu mobilnya untuk Laras, dan mempersilahkan dia masuk. “Silahkan masuk Nona! Mulai sekarang saya akan mengantar jemput Anda,” katanya. Laras hanya bersedekap diam saja di depan pintu mobil Ryan. “Ayo, masuk. Apa minta digendong lagi?” tanya Ryan. “Aku tidak akan,” sambar Laras cepat. “Aku bisa berangkat sendiri. Kamu nggak usah repot-repot begini,” tolak Laras. “Tidak repot. Kamu adalah pacarku. Jadi mulai sekarang aku akan mengantarmu ke mana pun kamu pergi. Jika aku tidak bisa, sopir yang akan mengantarmu,” tegas Ryan. Ryan tidak mungkin berterus terang pada Laras mengenai tujuannya

