Flashback
Tok.. Tokk.. Tokk...
"Sayang.. Buruan!!! Teman-teman kamu udah datang tuh" seru Bunda
"Iyaa Bun.. Sebentar lagi, ini udah selesai ko" jawab Nia sambil menyambar tas jinjing
Nia sudah berada di antara teman-temannya, bersiap-siap untuk berangkat menggunakan mobil Putri, tetapi di kendarai oleh Siska. Setelah mereka berpamitan, tanpa mengulur waktu mereka pun langsung berangkat menuju ke TKP.
Teman-temannya merasa, Nia belum tau kediaman Andra. Tentunya juga belum tau kemana akan dibawa, jadi mereka merasa tenang-tenang saja. Berbeda halnya dengan Nia, ia sedikit gelisah. Kemana akan dibawa temen-temannya.
Setelah sampai dirumah yang dituju. Nia merasa takjub dengan kemewahan bangunan, tempat pesta, dan semua interior yang telah disusun sangat rapi. Sampai-sampai tidak sadar kalau dia membuka mulutnya dengan sangat.
"Wah! Keren banget, sepupu Putri pasti tajir parah." gumam Nia antusias
Tiba tiba Nia di kagetkan oleh sentuhan lembut pada dagunya
"Ehh.." kaget Nia menepis tangan tersebut
"Ka Feroo??" ujar Nia setelah sadar kalo yang menyentuh dagunya itu Fero -KetuaOsisdisekolahnya-
"Kamu kenapa sampe mangap-mangap gitu sih?" tanya Fero
"Hah?! Oh! itu.. Aku cuma kagum aja. Rumahnya kaya Istana" jawab Nia malu sambil mengusap tengkuk
"Oh gitu.. By the way Kamu.." ucapan Fero terpotong karena Nia sudah dipanggil teman-temannya. Ia mendadak pamit, pergi dan bergabung dengan para sahabatnya
"Nia tunggu dulu.."
'Kamu tau ini rumah siapa?' batin Fero
Sontak Nia berhenti dan menoleh
"Kamu cantik banget malam ini" kata Fero akhirnya
Nia tentu sangat speechless. Ia hanya membalasnya denga senyuman lalu berlari ke arah teman-temannya
Pujian Fero ternyata berefek besar pada jantung Nia yang memompa semakin kencang sehingga membuat wajahnya terasa panas, hingga memerah. Dengan menahan senyum sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Nia langsung berlari ke arah teman temannya yang berjalan masuk ke aula, karena acara akan segera di mulai. Lagi-lagi Nia hanya bisa memandang takjub pada interior rumah yang di yakininya itu adalah milik sepupu Putri
Setelah beberapa lama. Saatnya yang di nanti pun tiba, sosok yang di tunggu-tunggu untuk bergabung di tengah-tengah acara. Yaitu sang pangeran yang sedang berulang tahun
dann...
DEGGG..
Betapa terkejutnya Nia setelah mengetahui sosok yang berulang tahun itu ialah Andra! Yang lebih mengagetkan lagi saat seorang perempuan yang terlihat lebih tua dari Andra yang di yakini Nia adalah Kaka nya Andra berjalan menghampiri Andra dan berucap
"Happy birthday sayanggg" katanya sambil mengecup pipi Andra
"Makasih Miih" jawab Andra sambil membalas pipinya
'Whatt!!! Miih!! Gasalah itu Ibu nya Ka Andra, Oh God! Muda banget! Eh! berarti ini rumah Ka Andra bukan Ka Fero!' batin Nia
Nia hanya melihat teman-temannya tanpa ekspresi. Teman-temannya yg melihat ekspresi Nia hanya senyam-senyum meminta perdamaian.
Belum juga hilang rasa kagetnya, tiba-tiba ada perasaan aneh yang di rasakannya. Saat pandangannya dengan Ibu nya Andra bertemu!
Terlebih lagi Ibunya mengulaskan sebuah senyum manis diakhir tatapannya
DEGG!!
'Kenapa tatapannya sangat menghangatkan hati? Perasaan apa ini?' batin Nia
Tiba tiba air mata jatuh begitu saja menetes dari kedua mata cantik milik Nia, dengan segera ia menyekanya agar tidak ada yang bertanya mengapa Nia mendadak menangis di acara sebahagia ini
0~0~0
Setelah kejadian di pesta ulang tahun Andra. Seminggu kemarin Nia mendadak menjadi pendiam, apalagi ketika ia teringat tatapan hangat dari Ibunya Andra. Ralat! Ia selalu merindukannya!
Begitu juga hari ini saat pelajaran olahraga, semua siswa 10 IpaIII sangat bersemangat, berbeda dengan Nia yang masih berusaha mencari makna dari tatapan hangat Ibu Ka Andra.
Nia bingung apa harus bertanya pada Andra atau melupakan misteri dari arti tatapan mata yang membuat Nia merasakan ketenangan dan kerinduan dari si pemilik mata indah itu. Tapi mengingat hubungannya dengan Andra yang telah kandas rasanya tidak mungkin untuk mengatakannya pada Andra
"Yaampunnn!!!! Kenapa sih Niii.. itu kan cuma tatapan!!!" keluh Nia frustasi
Tiba tiba Nia di kagetan oleh tepukan di pundaknya
"Heh! Lo itu kenapa sih? dari tadi gua panggil gak nyaut-nyaut!" seru Robi si ketua kelas
"Ehh!! Rob! Kenapa? Ngagetin aja" sentak Nia sembari mengelus dada
"Noh giliran lo maju!"
"Ma.. Maju ngapain ya"
"Elah lo mah! Makanya jangan kebanyakan bengong!" kata Robi sambil mendorong pelan Nia
"Ehh.. Iyaa" jawab Nia sambil berjalan
"Gak biasanya tu anak bengong gitu" gumam Robi bejalan meninggalkan Nia
Karena ketidak fokusannya, dengan tidak sengaja sehingga mengenai seorang siswa, yang ternyata ketua kelas 11 IpaI. "Devan" salah satu most wanted SMA PERTIWI.
Menyadari keteledorannya Nia langsung berlari ke UKS untuk memastikan keadaan seniornya itu. Dengan harap-harap cemas menunggu selesainya penanganan dokter kepada Devan.
Baru saja Nia akan membuka knop pintu, Tiba-tiba dari belakang Nia di kagetkan oleh tepukan pada pundaknya.
"Nungguin siapa? Dari tadi gue liat panik amat lo" ucap seseorang yang langsung membuat Nia menoleh ke belakang
"Oh! Ka Ewin. Tumben Kaka sendiri, mana yang lain?" sambil celingak celinguk mencari keberadaan Andra
"Lo gimana sih. Gua tanya, malah balik nanya" jawab Ewin terkekeh
"Ini Kaaa.. Anu.. Emm itu" jawab Nia tergagap
"Yaudah gue duluan" kata ewin terkekeh sambil menepuk pundak Nia
Baru saja Nia akan membuka knop pintunya lagi. Lagi-lagi pintunya yang malah sudah terbuka duluan. Muncul lah Devan dengan kepala yang di perban, berjalan perlahan keluar
"Ngapain lo di sini?" sambil memicingkan mata
"Kak! Kakak ngga apa-apa kan? Kak maaf yaaa. Kakk maafin Nia"
"Apa!! Lo bilang gue gak apa-apa? Lo ngga liat jidat gue di perban gini" Sindir Devan
"Kakk.. Maaff.. Kakk... Niaa bener-bener ngga sengaja" jawab Nia meyakinkannya dengan menyatukan tangannya di depan wajahnya
Melihat wajah Nia membuat Devan merasa gugup mendadak jantungnya berdebar
'Kenapa gua jadi deg-degan gini yak. Aduh bahaya nih, mesti buru-buru cabut nih' suara hati Devan cemas
Nia bingung dengan kelakuan Devan yang mendadak diam dan terlihat tidak nyaman lalu tiba-tiba pergi begitu saja
'Eh kenapa dia. Apa gara-gara kena timpuk tadi yaa. Duh! gimana kalo pikirannya Ka Devan terganggu. Oh yaa tuhannn!!' Batin Nia
0~0~0
Jangan lupa vote dan comentnya ?