Judul PART TIGA BELAS

1173 Kata
KRIIINGGG.. KRINGGGG.. KRIINGGGG... Alarm pagi sudah berdering dari beberapa menit yang lalu, namun sang empunya masih terlelap tanpa respon apapun Tukk.. Tuk.. Tukk.. Tukkk.. Tuk.. "Sayang ayo bangun!! Nanti kesiangan" seru Bunda "Iya Bunda Iyaa, Nia bangun ..." dengan suara serak khas bangun tidur. "Buruan mandi siap-siap. Nak Andra udah nungguin tuh" kata Bunda yang sukses membuat rasa kantuk Nia hilang. Nia mengerjap-ngerjapkan matanya. Menyesuaikan cahaya yang masuk ke indra penglihatannya. Setelah setengah sadar ia berlari keluar kamar dan sedikit mengintip ke ruang tamu memastikan apa yang di katakan bunda barusan. 'Yaa tuhaaaann!!!! Aduh-aduhhhh... (sambil menggaruk-garuk rambut frustasi) Gimana caranya mau move on kalo gini terusssss.. Huaaaaa ?' batin Nia menjerit Selang 20 menit menyelesaikan ritual pagi. Nia sedikit memoles mukanya hari ini. Entah angin dari mana, tiba-tiba Nia melakukan semua itu. Nia pun kembali mengamati penampilan nya setelah di rasa sempurna, Ia segera menyambar tas dan bergegas turun dengan gaya yang di buat seelegant mungkin Belum sampai ia menginjakan kaki di tangga terakhir Nia mendadak nervouse, jantungnya berdegup 2 kali lebih cepat. Rasanya ia tidak ingin bertemu dengan Andra, berangkat bersama Andra, karna semua itu membuat batin Nia tersiksa 'Yaampun Niaa kamu kenapa' batinnya "Ehemm". Di luar ekspetasinya ia malah berdehem sehingga membuat semua orang menoleh, termasuk Andra "Eh. Pagii Semuaa" ucap Nia cepat tanpa memperdulikan tatapan Andra dan semua keluarganya yang terpana melihat dandanan Nia saat ini yang terkesan menor Senyum Nia masih terkembang dengan bangga dan merasa cantik berkali lipat tentunya, "Hahahahhhhahahaha.." tawa Dewa menggema di seluruh penjuru rumah. "Aduhhh yang mau berangkat sama pacarnyaaa... Kenapa muka kamu jadi kaya ondel-ondel gitu sih. kamu mau ngelenong dimana dek? Yaampunnn.. Kalo gabisa dandan gausah maksain, malu-maluin aja" kata Dewa dengan muka merah karena tak kuat menahan tawaan Sontak membuat senyum Nia memudar dengan kepercayaan diri yang turun drastis dan menjadi minder, padahal Nia sudah bersusah payah mencoba memoles mukanya agar terlihat segar dan cantik tentunya Tak lama muncul Abi dan Bunda datang, mereka merasa heran dengan suara tawa Dewa yang menggelegar. Mereka pun ikut terkejut dengan dandanan Nia yang tidak biasa, terkesan luar biasa. Bunda langsung mengajak Nia yang manyun 180° ke kamarnya "Sayang kalo mau dandan kenapa gak minta tolong Bunda aja" kata Bunda sambil membersihkan wajah Nia "Iyaa Bunn.. Nia pasti malu-maluin banget kaann.... Duhhh.. Bun Nia harus gimana.. Nia malu banget sama Ka Andra" Kata Nia histeris "Dengerin Bunda, Nia gak perlu malu sayang... Kamu harus bersikap biasa aja, lagian Bunda yakin Andra pasti menghargai usaha kamu untuk tampil cantik di depannya" kata Bunda menenangkan "Makasih Bunda. Bunda emang yang terbaik" kata Nia sembari memeluk Bunda erat "Nahhh. Selesaiiii. Yukk! kita keluar, kasian Andra udah nungguin dari pagi" ajak Bunda yang di angguki oleh Nia Sesampainya di ruang makan, semua mata tertuju pada Nia dan lagi-lagi tidak hanya Andra tetapi juga Abi dan Bang Dewa, yang terpana pada kecantikan Nia yang bertambah berkali-kali lipat. Sontak membuat Nia terserang virus nervouse akut, telapak tangan dan kakinya berkeringat! Ia takut riasan wajahnya malah mempermalukan dirinya sendiri lagi "Ayo kita sarapan, nanti kesiangan lohh" ajak Bunda yang di angguki semua Selesai sarapan Andra pun segera berpamitan untuk segera pergi ke sekolah bersama Nia. Selama di perjalanan Nia hanya bisa menunduk menahan malu akibat ulah konyolnya dengan riasan wajah yang sangat menyeramkan, menurut Nia. Apalagi saat mendengar komentar pedas dari Bang Dewa. Melihat hal itu Andra hanya tersenyum geli, tak menyangka begitu gigih usaha Nia untuk membuat hatinya kembali luluh. Daaannnn... ternyata usaha Nia sukses! Saat ini sudah tidak ada yang bisa menggantikan sosok Nia dengan gadis lain di hati Andra Berbeda dengan Nia, Ia berusaha membuktikan jika dirinya baik-baik saja dan malah lebih bahagia. Ia juga sudah memantapkan hati untuk melepaskan Andra. Walau pun berat dan sangat tidak ikhlas, melihat Andra suatu saat akan berpaling dengan gadis lain yang jauh lebih baik dan tentunya sangat menyayangi Andra. Sekelebat bayangan menakutkan muncul di fikiran Nia. Bagaimana jika sosok penggantinya itu Debi. Bahkan Nia sampai membayangkan jika hubungan mereka sampai ke tahap pernikahan. "Oh ya tuhan! Ngga mungkin.. Ngga mungkinn" Jerit Nia sambil menutup mukanya "Loh!? Nii.. Niaaa.. Niaa.. Lo kenapa?" sambil menepikan mobil Karena tak ada jawaban juga akhirnya Andra berniat untuk memberi nafas buatan Satu Dua Tiga Saat membuka mata betapa kagetnya Nia melihat Andra memonyongkan bibirnya dengan menutup mata semakin mendekat ke arahnya "Aaaaaaaa..!!!! Ka Andra mau ngapain!!!" jerit Nia sambil mendorong Andra "Akhirnya lo bangun juga" Kata Andra lega Lain halnya dengan Nia yang terlihat pucat dengan menatap Andra takut-takut, Andra yang melihat perubahan raut Nia langsung menormalkan keterkejutannya dan kekhawatirannya "Lagian lo kenapa tiba-tiba teriak gitu sih" "Tadi Nia sebenarnyaaa.." Nia terdiam sesaat karena ingat dengan imajinasi fikirannya. "Sebenarnya?" tanya Andra "Eh iya.. Ini.. Hmmm.. Ituu.. Ohiya sebenarnya Nia.. Nia.. Cuma.. Nah iya cuma inget ada tugas yang ketinggalan, iya ketinggalan" ucap Nia gelagapan "Yaudah kita putar balik aja, mumpung belum jauh" saran Andra "Eh.. Ehh gak usah Kak, tugas bikin puisi doang ko, ntar di sekolah bisa di buat ulang" kata Nia. Seketika ia ingat tugas dari Bu Siska, yang memang bukan hanya ketinggalan melainkan belum di kerjakan sama sekali. 0~0~0 Dengan perasaan bersalah Nia pun berusaha santai dan menormalkan diri. Apalagi saat ini Nia kembali teringat dengan kejadian beberapa hari lalu di pesta Andra Flashback Tok.. Tokk.. Tokkk.... "Sayang!! Buruann! Temen-temen kamu udah pada datang tuhh" kata Bunda "Iyaa Bun... Sebentar lagiii. Ini udah selesai kok" jawab Nia menyambar tas jinjing Nia sudah berada di antara teman-temannya, bersiap-siap untuk berangkat menggunakan mobil Putri yang di kendarai oleh Siska. Setelah mereka berpamitan, tanpa mengulur waktu mereka pun langsung menuju ke TKP. Saat mereka sudah sampai. Karena teman-teman Nia merasa Nia belum tau akan di bawa kemana, keberadaan sebenarnya dimana. Jadi mereka merasa tenang-tenang saja. Beda halnya dengan Nia yang merasa takjub dengan kemewahan bangunan tempat pesta yang akan di gelar. Sampai-sampai tidak sadar kalau dia membuka mulutnya dengan sangat lebar "Wahhh.. keren banget nih rumah" gumam Nia antusias Tiba-tiba Nia di kagetkan oleh sentuhan lembut pada dagunya "Ehh.." kaget Nia menepis tangan tersebut "Ka Feroo??" ujar Nia setelah sadar kalo yang menyentuh dagunya itu Fero -KetuaOsisdisekolahnya- "Lagi kamu kenapa sampe mangap-mangap gitu sih" kata ka Fero terkikih "Hah?! Oh! itu.. Aku cuma kagum aja. Rumahnya kaya Istana" jawab Nia malu sambil mengusap tengkuk "Oh gitu.. Tapi sebenarnya.." ucapan Fero terpotong karena Nia sudah di panggil teman-temannya. Ia mendadak pamit, pergi dan bergabung dengan para sahabatnya "Nia tunggu dulu.." 'Kamu tau ini rumah siapa?' batin Fero Sontak Nia berhenti dan menoleh "Kamu cantik banget malam ini" kata Fero akhirnya Nia tentu sangat speechless. Ia hanya membalas senyuman lalu berlari ke arah teman-temannya Pujian Fero ternyata berefek besar pada jantung Nia yang memompa semakin kencang sehingga membuat wajahnya terasa panas, hingga memerah. Dengan menahan senyum sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. 0~0~0 Hi!!! Tinggalkan jejak vote dan coment nya ya gaes..❤️ Sampai jumpa di part berikutnya Selamat membaca dan semoga terhibur gaesss
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN