Judul PART DUA BELAS

982 Kata
Tak terasa sudah seminggu setelah kejadian Andra dengan sengaja merangkul mesra Deby tepat di hadapan Nia, hanya untuk menegaskan seolah-olah perasaan Andra telah habis dan sudah bisa menambatkan hati nya pada perempuan lain. Sejak itu juga Andra merasakan sesak karena tidak seharusnya ia membalas perlakuan Nia dengan hal yang sama seperti kejadian waktu itu. Tapi apa mau di kata, nasi sudah menjadi bubur alias sudah terlanjur terjadi. Kini tak hanya Nia yang menuai hasilnya melainkan juga Andra yang hanya bisa mengutuki diri akan kebodohan yang tanpa di pikirkan seketika dia lakukan. "Niii... Lo mau ikut kita cuci mata kaga malam ini" ajak Putri "Emang kalian mau kemana" tanya Nia "Yang jelas kita mau jalanlah" ucap Putri lagi dengan penuh semangat "Sekali-kali lah lo ikut kita party" ajak Siska "Pa.. Party.. Maksud nya" tanya Nia tidak mengerti "Yaaa.. party itu.. Pesta, hangout biasa buat sekedar ngilangin pusing selama ngadepin pelajaran" jawab Sukma "Tapi Nia ngga janji, tau sendiri Bunda orangnya panikan gitu" jawab Nia "Yauda sebagai sahabat yang baik, kita bakal bantu lo buat izin, tapi sekalian aja lo nginep di rumah gue" usul Putri "Yaudah deh gimana baik nya aja, Nia sih ikutan aja kalo di ijinin sama Bunda" ujar Nia mengiyakan "Okeyy! Kalo gitu pulang nanti kita langsung ke rumah lo ya Nii.." usul Intan yang di iyakan oleh ke empat sahabatnya "Eh tapi emang di rumah siapa yaaa.. partynya?" tanya Nia Seketika ke empat sahabatnya terkejut karena tidak terpikir kalau Nia akan menanyakan lokasi party yang akan berlangsung. Siska pun dengan terpaksa berbohong agar Nia tetap mau ikut "Di.. Di.. Oh ini di rumahnya sepupu lo kan Putt" jawab Siska sembari mencari dukungan supaya Nia percaya "Iii.. Iya bener di rumah Abang sepupu gue" kata Putri meyakinkan yang di angguki oleh Sukma dan Intan Walau pun Nia mencium sebuah ke bohongan seperti ada yang di sembunyikan oleh ke empat sahabatnya tapi Nia tetap mempercayai ke empat sahabatnya itu. 0~0~0 KRIIINNGGG.. 'SAMBALA BALA SAMBALADO TERASA PEDAS TERASA PANAS?? ?' "Ayo sekarang kita ke rumahnya Nia" ucap Putri mengagetkan "Ayo" ucap mereka semua Baru saja Nia beranjak dari kursinya langsung di hadang oleh Rian "Nia sayanggg.. Pulang bareng babang Rian yukk" tawar Rian "Gak !!! Nia pulang bareng kita" sentak Siska "Iyayaa lo ngga perlu repot-repot nganter Nia pulang" tambah Sukma Tiba-tiba tanpa di duga Andra masuk dan menggandeng tangan Nia, tanpa berkata sepatah kata pun kepada semua nya. "Heh! Lo ngapain? Lo pikir Nia karung asal lo seret-seret aja. Lo lupa kalo Nia udah jadi cewe gue sekarang" kata Rian "Gak ko Kak! Nia bukan pacar Rian" sela Nia "Lo denger kan dia bilang apa!" tegas Andra "Jangan lupa kalo lo cuma PELAMPIASAN doang!" tantang Rian dan langsung pergi keluar kelas Sedangkan Andra hanya menunjukkan senyum smirk nya, kemudian berlalu tanpa menggandeng Nia lagi "Buruan gua masih ada kerjaan penting" ucap Andra tanpa menoleh ke belakang "I.. Iiyaa.." jawab Nia segera berlari menyusul Andra Tanpa di ketahui Nia, tanpa sadar Andra mengulas sebuah senyum simpul di bibirnya. SEDIKIT BAHAGIA. Setibanya di dekat Andra setelah berlari-lari kecil mengejar langkah andra yang panjang "Makasih... Maaff" Kata Nia. Suaranya sangat kecil seperti bisikan "Lo ngomong sama gue" jawab Andra. Yang tentu saja membuat Nia cemberut. Melihat Nia cemberut Andra langsung membuang muka. Ia tidak bisa menahan senyum dan tawanya lagi. Tapi seorang Andra sudah tentu pasti bisa mengubah-ubah ekspresinya dengan cepat "Makasihh.. Maaf" Ulang Nia sedikit kesal "Untuk??" "Untuk semuanyaa" "Maksud buat semua gimana?" "Semua yang udah Ka Andra lakuin buat aku" "Emang apa aja yang udah gue lakuin sama lo" "Yaaa.. Pokonya banyak hal yang udah Ka Andra lakuin buat aku" jawab Nia malu-malu "Aduh sumpah demi spongebob yang nyamar jadi patrick gue ngga ngerti, biar jelas coba lo kasih contoh detailnya" Tanya Andra sambil menahan senyum "Hmmm.. Kaya Ka Andra selalu ada saat Nia butuhin, Suka kasih kejutan yang Nia ngga sangka, Bisa bikin mood Nia baik lagi. Gituu Kaa banyak lagi. Ah Aku malu" Kata Nia sambil menutup muka. Sudah di pastikan muka Nia merah seperti tomat sekarang "Gitu aja, Ko lo malah jadi melting gitu. Bagian mana yang bikin lo melting" kata Andra heran sambil senyum-senyum menahan tawa "Ada deh Kak pokonya mah" jawab Nia cengengesan 'Semua yang ada sama Kamu bagi Nia sangat istimewa Kak' Batin Nia "Yaudah lupain aja, ngga penting juga. Lo lupa kita udah gak ada hubungan lagi" ucap Andra sarkatis Sementara Nia yang mendengar seperti tersambar petir di siang bolong, tapi Nia berusaha terlihat biasa saja, Andra masih melihat dan berbicara bagi Nia itu udah sangat cukup membuat Nia merasa masih di anggap oleh laki-laki di hadapannya ini 'Iyaa.. Kaka benar emang seharusnya aku tau posisi sekarang, walau hanya sebatas teman. Tapi bagi Nia udah cukup, dari pada kita terus saling diam' batin Nia "Gue masih banyak urusan. Buruan Naik!" tegas Andra tanpa menatap Nia Selama di perjalanan tak ada pembicaraan atau candaan seperti saat mereka masih bersama, Jangankan untuk berharap lebih, bahkan menatap secara terang-terangan pun Nia tidak berani, seperti ini saja sudah membuat Nia bersukur. Secara tidak langsung Andra masih perduli dan menganggap keberadaan Nia penting. Tak terasa mereka sudah tiba di rumah Nia "Kakk... Ada yang mau aku omongin" sambil memainkan ujung jarinya "Hmm" "Makasih Kak, masih tetap peduli sama Nia, Masih perhatian. Aku juga mau minta maaf buat semua kesalahan yang sengaja kemarin sama Ka An.." "Cukup!" Jawab Andra yang langsung membuat Nia bungkam. " Gue ingetin lagi sama lo. Gausah bahas lagi masalah itu. Silakan lo turun karena gue ada janji penting SEKARANG!" ucap Andra tegas "Tapi Nia bener-bener minta maaf Kak. Nia tau sesakit apa Kaka akibat perkataan Nia kemarin" "TURUN!" jawab Andra singkat "Iii.. Iya kak maaff" Andra hanya mengangguk dan langsung melajukan mobilnya 0~0~0 Hi gua balik lagi nih.. "Budayakan vote dan coment ✨" Semoga terhibur gaes.. And sampai jumpa di part selanjutnya bye..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN