Tak terasa sudah sebulan hubungan Nia kembali membaik dengan Andra. Dan hari ini tepat satu bulan mereka balikan. Saat ini Andra mengajak semua sahabatnya dan Nia untuk makan bakso di kantin depan sekolahnya
"Emmm... Nikmattt!!! Hehe... Tapi ko cepet banget abisnya. Yah Ni!? mangkuknya bocor. Hehe" Seru Ajat sambil melirik Nia
"Yang cuekin aja. Perasaan aku gak enak nih" ucap Andra sedikit keras
"Dra, dikit lagi aja yayaya. Masih lapar nih. Kata Oma gue kalo berbuat baik itu gak boleh nanggung. Ya gak gaes" ucap Ajat sembari mengusap perut ratanya
"Boleh aja sih. Tapi bayar sendiri" ucap Andra santai
"Mampus lo Jatmiko. Udah bagus di traktir, malah ngelunjak" seru Dion cekikikan
"Nah Jat elo itu udah di kasih hati malah minta jantung. Jangan bikin malu bisa Jat. Pantesan lo jomb..." ejek Ewin terhenti karena mulutnya di bekap Revan
"Gak usah lo terusin. Kalimat lo yang terakhir ini bakal jadi perang dunia terdasyat. Ngerti" ucap Revan yang langsung di angguki Ewin
"Udah... Udah lo pada bisanya ribut aja. Jomblo mah jomblo aja ngapain malu hehe" ucapan Siska sontak membuat semuanya terdiam karena mereka sadar kalau mereka jomblo
Tiba-tiba Putri menggebrak meja yang hampir membuat semuanya tersedak dan hanya melemparkan tatapan kesal
"Excuse me. Sorry dorry morry kecebur kali hellow!!! Gue bukan jomblo. Melainkan single! Please catet! Karena jomblo itu status gak laku sedangkan gue single yang artinya MASIH INGIN SENDIRI. Jomblo itu hanya cocok bagi kalian bukan gue" pekik Putri sarkasme dengan volume 10 oktafnya
"Lah sayang kamu anggap apa aku! Kenapa kamu gak mau akui status kita sih! Tapi mata kamu kenapa. Kelilipan?" ucap Fino frontal tanpa tau maksud kedipan isyarat dari Putri
"Oh gak ko hehe gapapa" ucap Putri yang seketika pucat dan melirik tajam Fino
Sontak semuanya menatap curiga Putri dan Fino. Sehingga membuat kedua nya mendadak pucat dan menelan saliva dengan susah payah
"Kk... Kalian kenapa! Kk... Ko natapnya gitu amat. Yakan Ka Fino" ucap Putri sambil melirik Fino yang hanya meringis sambil ngangguk cepat
"Kalian jadian!!" Tanya mereka semua bersamaan
"Iyyaa eh aduhh!" jawab Fino yang langsung di hadiahi cubitan ganas Putri
"Eng... Enggak ko yak kan Ka Fino" ucap Putri sembari melotot pada Fino sehingga langsung di angguki Fino
"Yah gagal deh dapat traktiran ke dua. Jadian aja kenapa? Kan mayan ngasih anak orang makan. Itung-itung cari pahala" sungut Ajat
"Eh uban kutu! itu mah lo nya aja yang maruk. Doyan yang gratisan?! Jangan bikin malu gue bisa" cecar Ewin kesal yang di balas cengiran oleh Ajat
"Lah bukannya Ka Ajat juga kaya ya. Tapi ko kaya udah lama gak makan sih" tanya Sukma mengerutkan dahi meminta penjelasan
"Ajat bukan gak ada uang tapi sekarang lagi di hukum sama Tante Risa. Biasa udah jadi rutinitas. Ya gak Jat?" ucap Dion cengengesan sambil melirik Ajat
"Yoyoy cuy w****k" seru yang lain sambil menggoyangkan kedua jempol
"Terus aja terus. Masih gue liatin" timpal Ajat dengan gaya menunjuk mata bergantian dengan kedua jarinya
Akhirnya mereka pun pulang ke tempat masing-masing dengan perasaan bahagia terutama buat semua teman-teman Andra dan Nia. Karena habis di traktir perayaan satu bulan Nia dan Andra balikan. Semua pulang dengan bahagia dan merasa kenyang
0~0~0
SAMBALA BALA SAMBALADO TERASA PEDAS TERASA PANAS ???
Akhirnya bel masuk pun berbunyi dan semua siswa PERTIWI berlomba-lomba masuk ke dalam kelas masing-masing. Lain halnya dengan rutinitas genk Rick yang berjalan ke arah berlawanan. Tiba-tiba suara Bu Desi pun terdengar dari pengeras suara
"Kepada siswa yang bernama Patrick Ferroandra, Ewin Pangestu, Drajat Perwira, Dion Rega, Revan Saputra dan Fino Rahardian Putra di harapkan segera datang ke ruangan kepala sekolah sekarang" ucap Bu Desi
"Oh s**t" seru Revan sambil menjambak rambutnya
"O my godnes" ucap Dion frustasi
"OMG hello" seru Ajat sambil menggerakkan telapak tangannya di depan dada
"Apalagi si elah! Gak bisa liat orang senang dikit apa ya" ucap Ewin sambil berkacak pinggang
"Gimana gaes. Apa kita harus nurut gitu" tanya Fino
"Oh come on cuy. Udah kita cabut aja kek biasa. Ntar juga berenti sendiri. Mana pake toa lagi. Kapok apa ya pake pesuruh, selalu kita bikin bonyok hahaa" ucap Ajat berbinar sembari melipat kedua tangan di depan d**a bangga
"Yauda kita ikuti aja mau nya. Cabut" perintah Andra akhirnya seraya memimpin di depan menuju ruang Kepsek
Yang hanya di angguki oleh yang lainnya. Mereka pun berjalan dengan santai ala boyband korea. Tanpa mereka sadari kalau Nia bersama Siska sahabatnya berjalan tepat tujuh langkah di belakang mereka dengan membawa buku dari perpustakaan.
Di saat hendak masuk ke ruang Kepsek tanpa sengaja Dion menoleh ke samping dan menangkap ekspresi wajah Nia yang sulit di artikan karena begitu datar. Sehingga Dion langsung menepuk lengan Andra sehingga Andra melihat ke arah pandang Dion. Betapa terkejutnya Andra saat menangkap ekspresi datar Nia yang berjalan melewatinya tanpa melihat sedikit pun ke arahnya. Datar dan terkesan dingin. Saat Andra hendak menghentikan Nia dan bertanya, pintu ruang Kepsek pun terbuka dan muncullah sosok Aditama Apinya Andra
"Loh Api? Ko ada di sini. Kenapa gak bilang kalo mau datang" ucap Andra salah tingkah
"Iya Api sengaja datang untuk bertemu sama Bu Regina supaya Kamu dan teman-teman kamu bisa di kasih les privat. Ini permintaan Ami kamu. Karena sebentar lagi kamu ujian kelulusan" ucap Aditama tegas
"Oya Pih. Andra ngerti. Oya sekarang Api mau kemana?" tanya Andra
"Api mau balik ke kantor lagi. Kamu belajar yang baik dan nurut apa kata guru. Ngerti. Yauda Api balik lagi ya" ucap Api tegas sembari menepuk pundak Andra pelan
"Iya Pih. Hati-hati di jalan" ucap Andra sambil mencium punggung tangan Apinya bergantian dengan teman-temannya
Saat Apinya hilang dari pandangan. Andra dan teman-temannya pun bergegas masuk ke ruang Kepsek. Hanya 20 menit mereka pun pamit untuk keluar dan mengikuti pelajaran sesuai pesan Apinya. Mulai sekarang mereka harus melupakan kesenangan dan mendahulukan pendidikan walau pun dengan keterpaksaan semata-mata demi senyum Ami
SAMBALA BALA SAMBALADO TERASA PEDAS TERASA PANAS ???
Akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Bagi mereka suara bel ini sesuatu yang sangat di nantikan apalagi bagi Andra dan Ajat yang dari tadi menahan siksaan dari rasa ngantuk yang sangat hebat. Bisa di bilang percuma saja mereka mengikuti proses belajar mengajar di kelas karena tak satu pun penjelasan guru yang terserap otak mereka terutama Ajat. Saat mendengar suara Ayu Ting Ting mengalun Ajat pun langsung sujud sukur karena merasa terlepas dari siksaan selama pelajaran berlangsung
Saat ini di rooftop
"Hadeh sumpah gua ngantuk parah" ucap Ajat dengan mata yang merah menahan kantuk
"Abis ini tinggal satu mata pelajaran dan pulang deh. Pokonya sampai di rumah tujuan utama gua kasur. Duh bayangin kasur gak sabar pulang euy" pekik Ewin sambil mengusap bergantian kedua tangannya
"Oya di jam terakhir ini lo pada masuk apa tetap di sini" tanya Fino sembari rebahan di kursi single rooftop
"Ya mau gimana lagi udah kadung janji sama Api yak gue masuk lah. Lagian ini semua gue lakuin semata-mata demi Ami. Jadi gak ada salahnya. Karena surga di bawah telapak kaki Emak" ucap Revan sembari merebahkan tubuhnya di kursi kayu
Mereka memang begitu dekat dengan kedua orang tua Andra. Mereka pun memanggil Laras dan Aditama dengan sebutan Ami dan Api sesuai permintaan Laras. Karena Laras meyakini bahwa slogan 'banyak Anak banyak rezeki' kalau tidak di terapkan maka tidak akan terbukti dan dia percaya itu
Tibalah bel masuk berbunyi dan mereka pun segera menuju kelas. Pelajaran berlangsung selama dua jam. Tak terasa sudah waktunya pulang, semua siswa antusias dan bersemangat memasukkan semua perlengkapan ke dalam tas dan bergegas keluar kelas untuk segera pulang. Begitu juga dengan Nia dan teman-temannya
Seperti biasa rutinitas Andra akan pulang setelah mengantar kekasih hatinya
0~0~0
Hi gaes sorry lama updatenya tapi gue usahain Update seminggu dua kali
Budayakan Voment yak gaes
Sampai jumpa di part selanjutnya
See ya babayyy... Next time yeaa... ?