Suara lantai yang beradu dengan roda brankar terdengar begitu nyaring saling bersautan melaju cepat ke ruang IGD menembus keheningan di sore hari itu. Kepanikan jelas terlihat dari raut wajah sahabat-sahabat Nia maupun Andra. Tapi Andra sama sekali tidak terlihat di antara kecemasan kerumunan mereka Sesaat setelah Nia di bawa masuk ke ruang pemeriksaan Robi, Ratih dan Dewa, tiba di rumah sakit itu dengan wajah yang amat sangat cemas. Mereka sangat amat merasa bersalah karena telah lalai dalam menjaga Nia. Mereka pun berencana meminta maaf kepada Laras atas apa yang menimpa Nia. Laras datang bertepatan dengan keluarnya dokter dari ruang pemeriksaan, di sambut dengan raut tegang oleh semua orang di depan ruangan yang sudah sangat tidak sabar mengetahui kondisi Nia saat ini. "Orang tua

