Judul PART DUA PULUH LIMA

805 Kata
Genap tiga hari, Tidak ada kabar sama sekali dari Andra. Bahkan menampakkan batang hitungannya pun tidak disekolah. Nia semakin cemas dengan apa yang terjadi. Andra seperti hilang di telan bumi. Nia merasa Andra memang benar benar mulai nyaman bersama Deby, mungkin Andra sudah melupakannya atau bahkan menyingkirkannya dari hatinya Pikiran buruk pun mendominasi dalam otak Nia, Bahkan Nia berfikir kalau Deby sudah menjadi kekasihnya. Lalu Andra akan memutuskan hubungan secara sepihak begitu saja. Tidak!! Nia tidak bisa melepaskan Andra yang sudah sangat disayanginya. Demi tuhan Nia takut! Seandainya itu benar benar nyata. Seandainya ada seseorang yang bisa menggantikannya dihati Andra selain Deby. Nia tidak masalah, Nia akan sangat berterima kasih pada orang tersebut. Deby menyukai Andra bukan karena cinta tapi hanya sekedar obsesi dan kepopuleran Andra disekolah Nia selalu merasa Deby selangkah lebih maju di depannya. Karena apapun tentang Deby, Andra tidak akan pernah berfikir dua kali untuk tidak menurutinya. Bahkan merasa Andra juga mempunyai perasaan yang sama pada Deby. Tapi, karena merasa kasihan padanya makanya Andra beralasan padanya dengan berkata hanya sebatas Adik, Agar selalu bersama Deby tanpa menyakiti Nia. Sakit? Pasti! Marah? Sangat! Cemas? Tentu! Tapi Nia bisa apa?! Hanya bisa pasrah menerima keadaan. Menekan rasa sakit dengan pura-pura bahagia, Tentu ia amat sangat menolak jika dia dibilang baik-baik saja. "Ka Rev!! Temenin Nia ke Rumah Sakit yuuu!!" Ucap Nia saat tidak sengaja berpapasan dengannya di koridor. "Perasaan Nia gaenak. Kakkk Tolonggggin Niaaaa. Pleaseeeeee" "Iyaaa... Tapi lo jangan nangis. Pulang sekolah gue anterin. Jangan sekarang, yang ada gue bisa digebukinn sama Andra dikira buat lo nangis. Dikira gabisa jagain lo. Tau sendiri kan kalo dia ngamuk kaya gimana. Nyerah deh gue." 'Ternyata Ka Andra masih sayang sama Nia. Sampe minta tolong jagain sama Kak Revan. Maaf Kak, Nia udah berburuk sangka' batin Nia dengan senyum yang mengembang "Makasih ya kakk" "Untuk?" Tanya Revan bingung "Karena udah jagain Nia buat Kak Andra" "B aja kali" ucap Revan salting terlihat jelas dari wajahnya yang merona Tepat saat bel berbunyi. Baru saja Nia akan pergi meninggal kan Revan, Lagi lagi tatapan intens Revan seperti saat Andra menatapnya. 'Kenapa Kak Revan liatin Nia sampe gini banget? masa Kak Revan punya rasa sama Nia. Yaaatuhannnn!!! Gamungkin gamungkin gamungkinnnn' Batin Nia 'Niiii.. kok lo imut banget. Baru sadar gue kenapa Andra cinta mati sama lo. Lo itu sempurna versi manusia. Beruntungnya Andra yang jadi pilihan hati lo. Gue gak bakal biarin Andra nyakitin lo lagi Ni' batin Revan sambil menatap Nia intens "Loh Kak?! kenapa liatin Nia gitu. Ada yang salah dari penampilan Nia? Ihh Kakkk!! Ka Revan! Nia gak suka di liatin gituuuu!!!" pekik Nia sambil berkaca lewat I-phonenya merasa tak nyaman tapi sukses membuat Revan menyadari tingkahnya yang berlebihan "Eh Sss... Sorry Ni. Tadi lo bilang apa? Gue gak fokus. Eh Iya Ayoo masuk" ucap Revan gelagapan yang hanya di jawab Nia dengan anggukan heran Akhirnya mereka pun kembali ke kelas masing- masing dengan perasaan yang lega. Pelajaran terakhir pun dimulai. Nia dengan tidak sabar menunggu bel pulang berbunyi sangat gelisah dan tidak bisa diam. Tentu saja membuat siska terusik "Ni.. lo kenapa? kebelet pipis atau poop? Ih Nia bisa diam gak sih! Tulisan gue jadi berantakan nih. Etdah yak" omel Siska "Nia gak maksud ganggu. Maaf ya Sis" ucap Nia pelan "Iya tapi lo kenapa? Ada masalah? Bilang sama gue siapa yang berani ngusik lo?" pekik Siska tanpa sadar yang akhirnya dapat bonus lemparan penghapus whiteboard dari Bu Flora guru bahasa Inggris yang sukses mendarat di dahi mulus Siska sehingga berbentuk hitam karena tinta yang masih basah Seketika dua orang sahabat itu terlihat pucat dan menunduk takut karena biasanya Ibu hamil itu lebih galak dari pada singa betina yang kelaparan atau bisa jadi mendadak melahirkan sebelum waktunya. Bisa-bisa kalau terjadi apa-apa pada Anak nya. Apa bisa Siska dan Nia menggantikan Ibu Flora dengan hamil juga pastinya sangat tidak mungkin apalagi mereka masih berstatus siswa kelas 11 "Kalian itu ngobrolin apa Hah!! Kalau tidak mau belajar, kalian bisa keluar sekarang dari kelas saya. Mau kalian itu apa! kalian mau gantikan aku buat menjelaskan didepan ini?! Tega kali klean sama aku. Tak kau lihat perutku yang udah besar ini, malah klean bikinnya aku naik darah. Senang kali lah kalian bikin aku emosi. Takk usah pake tapi tapi keluar lah kalian sekarang" Bentak Bu Flora dengan wajah merah padam "I... Iyyaa B... Buu..." jawab mereka bersamaan Saat mereka berjalan. Baru beberapa langkah, bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi "Baiklah anakku sekalian. Sampai jumpa di pelajaran selanjutnya. Kecuali kalian berdua. Paham!" yang langsung di jawab oleh anggukan dari kedua sahabat tersebut Setelah Bu Flora meninggalkan ruang kelas seluruh siswa siswi berhamburan keluar kelas untuk segera pulang ke rumah masing masing 0~0~0 Semoga terhibur dan selamat membaca cerita recehnya akohhh Jangan lupaa vote dan comment ❤ Sampai jumpa di part selanjutnyaaa papayyy ???
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN