SAMBALA BALA SAMBALADO TERASA PEDAS TERASA PANAS ???
Bel tanda pelajaran berakhir pun berdering dan membuat seluruh siswa Pertiwi kembali bersemangat pun berhamburan keluar kelas. Begitu juga dengan Nia yang dengan tidak sabaran memasukkan semua peralatan belajarnya, kemudian segera bergegas meninggalkan kelas tanpa melihat kepada Siska yang menatapnya tak percaya.
"Etdah elah di tinggal lagi. Nia ih emang gua udah ga berharga apa ya di mata lo. Gila bener secara seorang Siska Putri yang jelas-jelas paling dekat sama dia DI TINGGAL! Tega bat lo Ni. Eh" pekik Siska pada diri sendiri sampai akhirnya menyadari kalau sekarang dirinya lah yang mendapatkan tatapan aneh dari siswa yang masih berada di kelas
"APA LO LIAT-LIAT HAH! Ga pernah liat princes apa! Secara cecan mah bebas haha" ucap Siska sembari berjalan cepat keluar kelas yang di hadiahi seruan dari semua siswa yang masih di kelas
"Huuuu"
Tanpa sengaja saat hendak berbelok Siska pun bertabrakan dengan Revan yang sedang mencari Nia. Siska yang baru pertama kalinya berhadapan sedekat ini dengan Revan pun mendadak merasakan hal aneh dalam hatinya. Tiba-tiba jantung Siska memompa dengan sangat cepat. Karena tidak ingin di ketahui oleh Revan, sontak Siska pun mendorong tubuh Revan agar menjauh dan tak menyadari kegugupannya. Saat Siska hendak pergi dengan cepat Revan pun mencekal tangan Siska seraya berkata
"Sorry gue ga sengaja. Oya Nia mana? Sekalian lo ikut aja ya" ucap Revan yang hanya di angguki pelan oleh Siska seperti terhipnotis saat melihat senyum Revan
'ternyata si preman cakep juga kalo di lihat dari dekat walau pun masih cakepan Nia. Emang tipe gue bat' batin Revan
Di saat bersamaan Nia pun muncul dari arah kantin dengan membawa sebuah kantung kresek yang isinya minuman dan makanan favorite nya Andra. Tanpa sengaja Nia pun menyaksikan adegan di depannya sehingga Nia terkejut sekaligus senang. Apalagi saat melihat Siska berpegangan tangan dengan Revan. Dan terlintaslah ide jahil di sertai dengan senyum usilnya berniat menggoda kedua makhluk Tuhan tersebut
"Hemm" deham Nia terkekeh
Saat menyadari jarak mereka yang sangat dekat dan menoleh ke arah datangnya suara, lalu mereka pun kompak menatap ke arah tangan dan segera melepaskan genggaman tangan secara bersamaan dengan salah tingkah. Revan pun akhirnya membuka suara
"Eh Ni dari mana aja sih. Cemas gue cariin elu. Taunya malah nabrak truk teronton. Untung guenya ga penyok" ucap Revan sarkastis sehingga membuat mata Siska melotot
"HEH! BULU CICAK MAKSUD LO APAAN HA! GUA JUGA NAJIS NABRAK ELU! BISA SIAL TUJUH TURUNAN TAU GA LO!" cecar Siska sembari menggulung lengan bajunya
"Ih udah-udah ko malah jadi ribut sih. Kaka kalo suka bilang aja gausah mulai. Kamu juga Sis kalo emang gasuka kenapa tadi diam aja pas tangan kamu di genggam pake tatap-tatapan lagi kaya sinetron hehe" goda Nia sambil mengedipkan sebelah mata sehingga membuat wajah Siska bersemu merah dan Revan hanya menggelengkan kepala cepat
"OGAH GUE" seru mereka berbarengan lalu saling tatap hanya bedanya Siska menatap sinis dan Revan hanya tersenyum simpul
"Haha tuh kan apa Nia bilang. Kalian itu cocok tau. Udah gausah ribut lagi. Ka Rev jadikan temanin Nia ke rumah sakit. Oya Sis lo mo ikutan ga" ucap Nia
"Kaya nya ga deh Ni. Lagian lo tau gue anti bet sama upil nyamuk ini. Males gue bareng dia. Yauda kalo gitu gua deluan ya Ni. Tiati lo sama nih otak penyamun, kalo lo di apa-apain langsung infoin gua. Papay Niaaa" tegas Siska sembari melirik tajam pada Revan yang hanya terkekeh geli menanggapinya
"Iya Siska tiati juga ya di jalan. Papay Siska" seru Nia sembari melambaikan tangan
Di saat menoleh ke belakang dimana tempat Nia berada. Siska tersentak karena melihat tatapan Revan pada Nia yang sangat intens. Seketika terlintas rasa kecewa karena ternyata Revan menyimpan rasa pada Nia yang jelas-jelas menyandang status sebagai pacarnya Andra sang most wanted sekolahan dan juga sahabat Revan sendiri. Wah ini ga bisa di biarkan. Revan harus segera di sadarkan. Ruqiah mungkin.
Tanpa menyadari petaka di depannya dengan santainya Siska menoleh kembali ke depan dannn
Bughh...
"Aduh... Siapa sih yang naruh tembok di sini. Auww sakit bat njir. Tuhkan baru aja niat pulang udah sial aja gue gegara nabrak upil semut rangrang si Revan gesrek itu ih kesel gue. Malu kan, tapi gapapa ntar bakal gua balas hehe" gumam Siska
"Aduhhh Sis makanya kalo jalan itu liat depan bukan malah liat belakang. Jadi gini kan akhirnya. Mana yang sakit buruan kasih tau Nia. Apa perlu ke rumah sakit biar di periksa Dokter, apa yang fatal. Makanya Siska itu emang harus ikut ke rumah sakit. Yuk" tukas Nia ngomel cemas yang hanya di angguki pasrah oleh Siska sembari menatap sinis Revan yang terkekeh dan mengedipkan sebelah matanya
0~0~0
Akhirnya tanpa membuang banyak waktu lagi mereka pun segera pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil milik Revan.
Selama di perjalanan Siska terus memperhatikan Revan dengan senyum samar dan tanpa di sadari olehnya Nia pun mengetahui gelagat mencurigakan dari Siska pun tersenyum senang.
Akhirnya sahabat yang paling tomboy dan anti laki-laki pun mulai merasakan apa itu cinta. Sehingga membuat Nia begitu bahagia dan berjanji di dalam hati akan membantu Siska untuk mendapatkan hatinya Revan
Setelah perjalanan cukup lama, sampailah mereka di tempat tujuan. Saat Nia akan membuka pintu tiba-tiba tangannya di cekal oleh Revan sontak membuat Nia melihat ke arah Siska dengan tatapan tak enak hati.
Tapi Siska yang di tatap Nia pun hanya menatap cengo ke arah lengan Nia yang di genggam oleh Revan. Lalu Siska hanya tersenyum miris.
Saat tau kenyataan bahwa tidak ada harapan baginya untuk mendapatkan perhatian Revan karena di lihat dari mana pun dia dan Nia sangatlah berbeda jauh. Bisa di lihat dari cara berpakaian sudah sangat jelas.
"Kenapa Ka?" tanya Nia sambil memiringkan kepala sehingga terlihat menggemaskan di mata Revan
'aduh Ni kenapa lo menggoda iman bet sih pen gue cubit gemes tuh pipi lo yang caby. Ga ga gue ga boleh tergoda. Ingat Van Nia punya Andra. Sohib lo sendiri' batin Revan yang tiba-tiba langsung menggelengkan kepalanya cepat seraya berucap
"Ga... Ga boleh Van, lupain" gumam Revan sehingga membuat Nia dan Siska saling berpandangan
"Eh Ka, tangan Nia lepasin dong. Tapi Kaka kenapa, palanya pusing yaa. Mau Nia temani ke Dokter juga ga?" tanya Nia cemas
"Helehh paling juga cuma modus doang itu Ni. Udah ga usah di percaya. Udah ah kuy kita turun. Oya btw emangnya kita kesini mau ngapain sih Ni" seru Siska dengan tatapan sinis pada Revan dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada
"Lu kenapa ngajak ribut mulu sih dari tadi. Oh gue tau lo suka kan sama gue makanya cari perhatian gue mulu. Sorry yaa lo bukan tipe gue. Mimpi apa gue kalo jadian ama cewe preman kaya lo. Yang ada sial mulu gue pacaran sama cewe jadi-jadian kaya lo. Nyadar dong lo" serang Revan dengan gaya songongnya sehingga membuat Nia membelalakan mata dan membangkitkan emosi Siska sampai ke ubun-ubun
"HEH! NGACA LO. LO PIKIR GUA SUDI GITU DI PASANGIN SAMA LO. MENDING GUA JOMBLO SEUMUR HIDUP KALO SEANDAINYA COWO DI DUNIA INI TINGGAL LO DOANG. NAJIS MUGHOLADOH TAU KAGA LU" ketus Siska berang
"Ih paan sih kalian bedua. Udah ah Nia mau turun. Mau ketemu sama Ka Andra dulu" ucap Nia yang kemudian di tahan oleh Revan
"Wait! Biar gue bukain pintunya Ni" ucap Revan yang segera keluar dari mobil dan berjalan cepat ke arah pintu depan dimana Nia duduk untuk membukakan pintunya
'ih si mugholadoh cari-cari kesempatan aja dah. Dasar kang tikung. Punya teman sendiri aja mo di embat. Tapi ko gua rada ga rela ya tuh jerawat semut perhatian bat sama Nia. Ih gua kenapa sih. Jan bilang gua mulai suka sama ketek kecoa ini. Mit-amit ih ogah bet gua. Bisa jatuh harga diri gua. Ntar deh gua tanya Nia' batin Siska yang terlihat aneh dimata Nia dan Revan karena ekspresi Siska yang berubah-ubah
"Sis kamu gapapa kan. Ko kamu aneh gini. Lagi mikirin apa. Jangan bilang karena kejedot tembok tadi makanya otaknya Siska jadi terganggu. Apa mau Nia temani ke RSJ" tanya Nia panik tapi bikin emosi Siska semakin menjadi-jadi
"Maksud lo apaan sih Ni. Lo kata gua gila gitu pake nawarin ke RSJ. Udah ah buruan katanya mau ketemu sama Ka Andra. Ayo sebelum Ka Andra kehilangan masa depannya sebagai most wanted di sekolah gegara di manfaatin sama Deby" desis Siska sehingga membuat Revan ingin protes tapi segera di sela oleh Nia
"Yauda ayo semakin cepat semakin baik. Karena Nia udah kangen banget sama Ka Andra" ucap Nia semangat
"Ok Nia. Apa sih yang ga buat cecan kek Nia hehe. Eh kuman, lo jan rusuh di dalam, ingat ini rumah sakit bukan hutan. Gue ga mo malu gegara sikap preman bin kampungan level norak kaya lo" goda Revan pada Nia sekaligus ejekan buat Siska yang hanya di tatap dengan maksud "sorry siapa ya, kita kenal?"
Nia pun hanya terkekeh geli sambil menggelengkan kepalanya pelan, melihat kedua makhluk Tuhan layaknya Tom and Jerry ini. Tak terasa mereka pun telah sampai di ruangan sakura no 15 tempat dimana Deby di rawat. Saat membuka pintu pelan karena Nia bermaksud memberi kejutan untuk Andra tapi malah Nia lah yang terkejut karena menyaksikan adegan di depannya. Yaa Deby sedang terlelap di dalam dekapan Andra dengan rambut yang di elus sayang oleh Andra dan sesekali mengecup lembut puncak kepala Deby.
Tapi Nia yang melihat menjadi salah faham dan kecewa. Ternyata Andra memperlakukan Deby sama dengan Nia. Tak terasa air mata pun langsung menetes di sertai sakit kepala yang menyiksanya sehingga seketika Nia pun pingsan.
Andra pun membuka matanya karena mendengar kegaduhan tersebut. Dan betapa terkejutnya Andra saat sadar yang pingsan tersebut adalah Nia. Andra pun langsung melepas dekapannya pada Deby sehingga membuat Deby terbangun dan menatap bingung dengan prilaku Andra yang terlihat cemas.
Saat mengikuti arah Andra berjalan barulah Deby sadar alasan Andra meninggalkannya dan itu membuat Deby semakin terobsesi untuk mendapatkan Andra dan menghancurkan Nia yang menghalangi kebahagiaannya. Yaa Deby semakin membenci Nia
'ih kenapa si pelakor datang sih. Awas aja kamu Ni. Aku akan bikin kamu menderita lebih dari yang aku rasakan. Tunggu aja tanggal mainnya. Kamu akan ada di posisi aku yang hanya bisa berharap tanpa bisa merasakan' batin Deby dengan memperlihatkan wajah yang cemas. Hhh emang pintar memanipulasi sikap
Disisi lain Andra menatap Nia cemas karena terlihat begitu pucat dan sedikit kurus. Andra pun baru menyadari kesalahannya yang melupakan perasaan Nia karena fokus mengurus Deby di rumah sakit. Sampai lupa memberi kabar atau pun menelepon untuk sekedar menanyakan keadaan pujaan hatinya
Revan yang menyaksikan kejadian tersebut. Merasakan sakit karena melihat Nia yang terbujur lemas. Tanpa sadar tangannya terkepal kuat yang di sadari oleh Siska.
Lalu Siska pun memberikan hadiah tonjokan atas kebodohan Andra yang membuat Nia sakit dan sukses membuat Andra melotot kaget karena tidak menyangka akan mendapatkan pukulan dari sahabat berharga pacarnya sendiri. Andra pun hanya mengabaikan karena tau alasan Siska memukul dirinya karena kebodohannya sendiri
Bughh
"Thanks Sis. Van lo jaga Deby ya. Gua mau ngurusin cewe gua dulu" ucap Andra yang hanya di tanggapi dengan cuek oleh Revan
Andra pun membawa Nia ke ranjang kosong tepat di sebelah kasur yang di tempati oleh Deby. Sedangkan Siska sudah berlari keluar untuk memanggil dokter. Agar segera memeriksa Nia
0~0~0
Hihihiii..
Genks sorry w baru balik lagi.
Have fun yaa baca part barunya
For sillent rider please support by giving your vote and your comments to my story
Sampai jumpa di part selanjutnya papayyy readers kesayangan muachh ?