Tak terasa keberadaan Andra hanya tersisa beberapa bulan lagi di sekolah. Itu berarti akan semakin berkurang hari dimana Andra menghabiskan waktu dan menghirup udara di tempat yang sama bersama Nia. Dan itu juga tandanya semakin berkurang lah waktu yang di habiskan Andra untuk menjaga Nia, walaupun secara diam-diam.
"Ehh.. Ehh.. Liat noh si Andra gak biasanya kayak gitu" kata Ajat
"Coba lo tanyain" kata Ewin
"Kalo ngamuk gimana. anjayy" jawab Ajat
"Gua bantuin. Selaw" kata Fino meyakinkan
"Gimana Van" tanya Ajat
"Ga ikut campur dahh gue" jawab Revan sambil terus memainkan game di gadgetnya.
"Ga pedulian banget lo sama temen" kata Ajat
"MAKSUD LO APA!" jawab Revan kesal
"Yeee santaii. kan ngilu liat temen sendiri bengong mulu gitu, kaya ga ada gairah hidup" kata Ajat
"Etdah kenapa lo jadi pada ribut sih" kata Dion
"Udahlah gua aja yang nanyain! gitu doang aja ribet banget" kata Fino berdiri sambil membersihkan celananya
"Nah gitu dongg" kata Dion dan Ajat
"Tapi kalo ngamuk, gue bilang suruh lo ya Jatt" kata Fino
"Kan Kambing. Ujungnya gue lagi yang kenaa"
Tiba tiba..
"BISA DIEM GA SI LO!" bentak Andra sambil menggebrak meja dan pergi
"Kan! Marah kan jadinya babang aku" kata Ajat sambil berlari mengikuti Andra
"Jat! mau kemana lo. si anjirr malah kaburr" gerutu Dion
Ajat hanya menengok kebelakang menjulur kan lidahnya
Teman-temannya hanya saling pandang melihat kelakuan Ajat yang ajaib, semoga manusia sepertinya segera musnah dari muka bumi.
0~0~0
Tak berapa lama bel istirahat pun berbunyi
SAMBALA BALA SAMBALADO TERASA PEDAS TERASA PANAS???
"Akhirnyaa" sorak mereka berempat
Sesampainya di kantin mereka pun langsung memesan makanan favorit masing-masing
Tak perlu menunggu lama pesanan mereka pun kini sudah siap mereka nikmati
"Lo ga makan Ndra?" kata Revan
"Lo mau makan apa. biar gue pesenin" tawar Fino
"Nanti kamu sakit loh. kalo ga makan" timpal Ajat secepat kilat
"Ga usah!" jawab Andra
Yang lain hanya mengangguk kan kepala dan langsung melahap makanan mereka masing-masing yang tentunya dengan rasa penasaran yang semakin besar
Tetapi karena tidak ada yang berani buka suara, saat mood Andra buruk. Jadi mereka hanya diam. Kecuali Andra sendirilah yang lebih dulu membuka suara
Bagi mereka lebih baik menjawab perkataan guru dan mendapatkan sanksi hukuman dari pada melawan amarah Andra yang meledak ledak bisa-bisa berujung penyesalan atas perbuatannya sendiri. Itu kata teman-temannya Andra yang sering melihat Andra melampiaskan emosi nya dengan tidak pandang bulu
Musuh yang seimbang dengannya saja bisa di buat lari terbirit-b***t apa lagi anak curut yang minim pengalaman seperti mereka
Dari kejauhan terlihat Nia berusaha melepaskan diri dari Rian yang menempel selayaknya benalu yang di beri perekat super sehingga sangat sulit di singkirkan
"Kamu ga denger atau kamu tuli. Nia bilang lepas ya lepas" teriak Nia
"Sialan! Ikut gue Jat" bentak Andra
Degg..
Ajat yang tidak tau permasalahan nya mendadak gemetar dan pucat pasi karena tidak tau salah nya apa
Dengan suara lantang Andra yang mengajaknya pergi, seketika rasa lapar pun hilang tergantikan dengan sakit perut yang melilit di sertai keringat dingin yang bercucuran di tubuhnya
"Salah gue apa ya tuhaann. Sumpah gue takutt banget. Temenin dede kek bwangg, nyawa dede udah di ujung tanduk nih" rengek Ajat
"Mending lo buruan dah, dari pada Andra makin kalap sama lo" goda Dion
"Muka lo emang cocok jadi samsak sih. makanya Andra milih lo. hahaha" sambung Ewin
"Udah-udah kasian dia. udah jelek bawaan lahir. Jadi biarin dia nikmati tiap detik sisa hidupnya. Nanti kita bantu gali tanahnya" kata Revan yang sukses membuat mereka tertawa terpingkal-pingkal
"Awas aja lo pada kalo gue mati gue gentayangin lo satu-satu" kata Ajat emosi
"Ajat! Ayo buruan ikut gue" tegas Andra
"Eehh.. Ii.. iyaa.. Ndraa bentaran"
Sepeninggalan Ajat.
Teman-temannya yang mengetahui penyebab Andra emosi pun puas sampai tertawa terpingkal-pingkal
karena telah sukses mengusili Ajat yang memang kalo dia makan tidak pernah perduli dengan sekitar
"Jatt... Jaat kesianan banget si jadi lo hahaa" kata Revan
"Heran dah gua. Kalo di depannya udah ada makanan bisa lupa dunia gitu" tambah Fino
"Makanya kan sampe sekarang masih awet aja jomblonya" jawab Dion yang seketika membuat mereka semua terdiam
Menyadari ada yang salah dari ucapan Dion atas pernyataan jomblo Ajat itu sama artinya mereka sadar diri atas kengenesan status percintaan mereka
Yang memang masih sama-sama jomblo, secara tidak langsung perkataan Dion sangat sukses menohok hati.
Juga sukses nyadarkan mereka kalau sebenarnya mereka pun sama seperti Ajat, sama-sama jomblo?
"Eh... Buruan kita ikutin Andra" kata Ewin
"Ayoo Ayoo"
Mereka pun segera beranjak menuju Andra yang hampir sampai di depan Nia
Sesampainya di belakang Nia, Andra langsung menarik tangan Nia dari cekalan Rian.
Sontak membuat Nia menoleh dan membuat Nia terkejut saat dia benar-benar sadar berada dalam jarak begitu dekat dengan Andra, sehingga membuat jantung Nia memompa dengan sangat cepat.
0~0~0
Jengggg
Jengggg
Jengggggg
Makin penasaran kan dengan kisah Andra dan Nia ???
Biar makin seru.....
jangan lupaaa tinggalkan jejak
dengaaan vote dan komen kalian ya gaes ✨
Sampai jumpa di part selanjutnya ?