Sepertinya usaha Nia move on dari Andra semakin goyah. Kepedulian yang Andra tunjukkan di setiap Nia dalam kesulitan membuat Nia menjadi bimbang.
Andra selalu hadir saat Nia membutuhkan perlindungan dan perhatian. Jadi bagaimana pun usaha dan perjuangan Nia untuk menjaga jarak dan move on dari Andra akan selalu berakhir dengan kebimbangan pada hatinya
Seperti saat Andra membantunya untuk lepas dari Rian di kantin kemarin
Flashback :
"Lepasin" sentak Andra dari kejauhan
"Apa gue ga denger" kata Rian dengan nada songong
"GUA BILANG LEPAS YA LEPASIN" bentak Andra
"Siapa lo ngelarang-larang gue hah! Mending lo cabut deh, ga usah ikut campur urusan gue" kata Rian sambil mendekati Andra
"Emang SIALAN LO YA" kata Ajat sambil mendorong Rian
"Wo.. Woo.. bawa bodyguard nih yaaa.. berasa hebat lo yaa. Ga berani datang sendirian" ledek Rian
"Heh! Anak baru! Jaga tuh congor lo. Baru kemaren sore aja udah buat onar sono sini" tegas Revan
"HAHAHAH gue tau. emang kalian payah sih, ga berani juga kan sama dia" tantang Rian sambil menunjuk wajah Andra
Lalu tanpa berkata Andra langsung memukul tepat di tulang pipi Rian dan menghajarnya tanpa ampun, tanpa memberi kesempatan untuk membalas seolah-olah Andra meluapkan semua keluh kesah, kegundahan yang ada pada hatinya hingga membuat Rian pingsan.
"Yaa Tuhaannn!!! Kakkkk Udahhh kakkkkk" Jerit Niaaa
"Kakkk Stopppp"
"Kakkk Andraaaa pleaseeee stoppppp"
Suara jeritan Nia hanya sebagai angin lalu di telinga Andra. Karena kesal Andra tidak menggubris ucapannya sedikit pun akhirnya Nia memeluk Andra dari belakang.
"Kakkk peasee stop Niaaa takuttttttttt" kata Nia dengan suara parau
Sentuhan Nia membuat tubuh Andra menegang. Andra langsung berdiri dan membalikan tubuhnya. Nia yang menyadari itu langsung menatap mata Andra lekat-lekat dan memeluk andra dengan erat
"Jangan ulangi itu lagi kak. Nia Takut"
"Sorry"
Hanya satu kata itu yang mampu Andra ucapkan. Andra menyesal. Tidak. Ia tidak menyesal karena telah membuat babak belur Rian. tapi Andra menyesal telah membuat Nia takut. Nia khawatir.
0~0~0
Di perjalanan pulang..
"Ka makasih udah bantuin Nia tadi" kata Nia pelan
"Hmm"
"Nia ga tau bakal gimana sekarang kalo ga ada Kaka tadi. Makasih Kak karena masih perhatian sama ngejagain Nia"
heningggg
"Kak" melihat ke arah Andra. Tapi Andra tidak merespon apapun bahkan melihat Nia saja pun tidak.
"Kakak beneran udah ga ada perasaan apa pun sama Nia"
"Ga. Gue emang ga bisa liat cewe di kasarin, Siapa pun itu. Jadi lo ga usah kepedean" tegas Andra
"I.. iya Kak. Maaf" sambil menunduk agar air matanya tidak terlihat tumpah
"Hmmm" kata Andra sambil menahan rasa sesak di hati karena perkataan nya sendiri
"Ka boleh tanya" ucap Nia
"Hmm"
"Nia tau Nia salah dulu. jujur Nia belum bisa lupain Kaka. Tapi kenapa Kaka bisa move on secepat itu, dan juga masih sepeduli itu sama Nia. Apa Kaka cuma nahan perasaan aja biar Nia yang pergi"
Degg..
Degg..
Mendadak Andra mati kutu. Perkataan Nia seakan bom bardir di hati Andra
Reflek Andra menginjak rem sehingga Nia yang tidak menggunakan safety belt hampir menghantam kaca depan.
"Lo ga apa apa" tanya Andra
"Jawab Kakk. Jangan ngalihin pembicaraan"
"Gue.. Gue.. Sorry ini bukan waktu yang tepat buat bahas ini semua" kata Andra langsung membuang muka
"Apa susahnya sih jelasin Ka. Kenapa harus tunggu waktu yang tepat"
Heningg
"Gue ngelakuin ini karena gue gak mau lo ngerasain apa yang udah dua kali gue alamin. Gue udah coba buat pergi dari lo. Tapi gue ga bisa. Gue juga ga ngerti, gue selalu ngerasa nyaman dan tenang kalo lo ada di deket gue. Gue udah maafin segala perilaku lo yang bikin gue sakit hati. Gue sengaja lakuin ini biar lo sadar sama apa yang udah lo lakuin. Gue juga mau lo rasain tersiksanya gue atas ketidakpastian yang lo dapat dari gue tanpa status"
Seketika perkataan Andra membuat Nia speechlesss. Nia menolah ke arah Andra. tatapan Andra yang menyejukan membuat hati Nia semakin bahagia.
"Kaka masih sayang kan sama Nia" tanya Nia meminta kepastian
"Gue ga bilang, kalo gue masih sayang sama lo" ucap Andra tanpa sadar
"Masaaaaa.... Tadi maksudnya apaa yaa Kaka ngomong gitu" goda Nia
"Halu lo"
"Udah jujur aja sih Kaaa" sambil mendekati wajah Andra
"Apa sih. Gak penting banget lo"
"Yahhhh.. Coba tadi Nia rekam yaa omongan Kaka"
"Iya iyaaa... gue emang masih sayang. Puas lo"
"Aahhhhh Niaaa jugaa sayanggg Kakaaaaaa" Nia langsung memeluk Andra erat. Tanpa memperdulikan apapun yang ada dipikiran Andra
"Udah ganjen yaa sekarang langsung peluk-peluk, biasanya minta izin dulu" sambil membelai
"Nia ga nerima penolakan Ka"
"Udah yaaa peluk-pelukannyaa. Nanti Tante Bunda nyariin anak gadisnya sampe jam segini belum pulang" goda Andra
"Ya udahh. Kaaa, tapi janji dulu yaaa jangan godain cewe lain kaya kemarin, apalagi sama Deby"
"Siap bosqu"
Kemudian keduanya tertawa bahagia. Nia akan mengenang momen dimana kebahagiaan kembali mempersatukan mereka.
Di saat Nia merasa putus asa akan nasib percintaan nya yang kandas dan kehilangan kepercayaan, Tapi ternyata dia bisa kembali merajut kasih dengan sendirinya tanpa usaha yang keras. Mungkin ini yang di namakan cinta sejati.
0~0~0
Yheaaaaaa gimanaaa
gimanaaa
gimanaaaa sama part inii ?
Bakal makin seru nih? Akan ada konflik selanjutnya
Jangan lupa tinggalkan jejak melalui vote dan komen yaaaa ✨
Sampai jumpa di part selanjutnya ?