Senja menutup laptop di pangkuannya, dia baru saja selesai menonton film bersama dengan seorang yang kini sedang memeluknya erat dari samping. Percayalah juga boleh jujur senja sangat engap, pasalnya senja sangat sulit bergerak, apalagi kini ia harus mencoba menjangkau meja di depannya untuk menaruh laptop, tapi tangan Awan masih setia melingkar di perutnya. "Awan, bangun. Ini udah jam sembilan katanya kalo filmnya habis mau pulang," senja menepuk pelan pipi cowok yang bersender di pundaknya, dengan mata yang pura-pura terpejam. "Nanti dulu," jawab Awan dengan suara seraknya. "Iiiih tadi katanya mau pulang, ini udah malam. Nanti om Richard nyariin." "Lima menit lagi," katanya sambil mengeratkan pelukannya pada Senja. "Limi minit ligi," cibir senja menirukan Awan. "Besok kita harus ke
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


