Pasar malam

1915 Kata

Senja baru saja selesai mengikat tali sepatunya, lalu berdiri di depan cermin untuk melihat penampilanya. Senja tersenyum kecil saat mengingat jika hari ini Awan akan menjemputnya seperti dulu untuk berangkat ke sekolah. "Senja, itu udah di tunggu di depan," Panggil Iris dari ruang makan. "Iya Bun, ini senja udah selesai kok," jawabnya lalu keluar dari kamar. "Bun, Senja berangkat dulu ya," pamit Senja menyalami tangan iris. "Iya, hati-hati di jalan." Setelah itu Senja berlari kecil keluar dari rumah, di depan rumah Awan telah menunggunya sambil bersandar pada motor hitamnya. "Pagi Awan," sapanya membuat Awan tersenyum ke arah Senja. "Pagi," balas Awan. "Senja kelamaan ya Awan?" Awan menggeleng, "enggak," Awan melepaskan hoodie yang membalut tubuhnya lalu ia ikat pada pinggang Sen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN