Tak ingin membahas masalah Misaki yang bikin kepalanya berdenyut, ia mengalihkan topik pembicaraan, "bagaimana kabar ibuku...?" Shiori diam, tak langsung menjawabnya, tiba-tiba ia menjadi serius. "Kesehatan mentalnya mulai membaik, lebih tenang dan patuh dari sebelumnya. Ia juga sudah mulai makan teratur dan tak rewel lagi saat diberi obat." "Oh... baguslah..." tubuhnya direpetkan seperti janin dalam kandungan, mulai menggigiti kuku ibu jarinya, pupil matanya bergetar. Ia sedikit rindu pada ibunya akhir-akhir ini, tapi tak bisa berkunjung sebelum hari yang ditentukan. Hal yang kadang membuatnya merasa kesepian dan bersalah di saat bersamaan. "Menggunakan ibumu sebagai pengalih topik pembicaraan, sungguh langkah yang cerdik," Shiori menghela napas pelan, "aku tak tahu Fujihara seperti ap

