"Tebak sendiri ulah siapa!" telapak tangannya mengarah pada satu-satunya adik laki-laki mereka. "Aku baru telat sedikit saja datang, kau sudah bikin masalah lagi?" ia meletakkan bunga dan kado yang dibawanya di atas sofa malas. "Dari siapa semua barang-barang itu?" geram sang playboy, memandang curiga bawaan kakaknya. Ingatannya tertarik kembali pada mimpi tentang bunga yang nyaris serupa dengan bunga itu. Dadanya tiba-tiba seolah tersulut api. "Aduh, Reiko...." Shiori menelan ludah gugup, gelisah melihat ada bunga lagi di ruangan itu. "Ada apa, sih?" kini matanya mengarah pada buket keranjang penyok yang ada di atas lemari laci pakaian, tepat di sebelah kanannya terdapat laptop, segelas kopi yang masih penuh, dan makanan setengah basi. "Kenapa dengan bunganya? Shiori? Wataru?" tas pu

