Esok harinya, sepanjang sore hari pikiran Wataru sangat kacau. Kejadian semalam yang tak pernah diduganya sama sekali masih menghantuinya. Ia teringat jelas saat pertengkaran mereka berdua di depan pintu apartemen beberapa saat lalu, waktu itu ia hanya berniat menggodanya semata, membuatnya marah hingga hatinya merasa puas. Tapi.... Semalam? Apa itu? Wataru duduk di meja dapur, penampilannya sangat berantakan dengan jeans hitam dan kemeja putih lengan panjang yang digulung, rapat dadakan pagi ini tak bisa tak dihadirinya hingga mau tak mau ia harus kembali memakai 'seragam tahanan'-nya dan menjadi orang yang dibencinya di hadapan semua dewan komisaris dan pemegang saham. Seperti yang diduganya beberapa bulan lalu, saham baru yang dikeluarkan oleh bagian retail mengalami kemerosotan

