“Apa?! Tapi pak? Kenapa saya harus dipecat? Salah saya apa pak? Jika saya salah, mohon saya izin untuk bertanya kepada bapak tentang apa salah saya! Jika memang memungkinkan, saya akan mencoba untuk memperbaiki kesalahan saya itu pak! Jangan sampai memecat saya seekstrim itu pak!” Ucapku kepada Pak Bos. Dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengusap rambut tipisnya itu. “Kau sudah membaca dokumen itu belum? Dokumen itu berisi apa yang seharusnya kau lakukan dan tidak kau lakukan sekarang. Dan Maaf Sabrina, ini bukan lagi wewenangku. Aku memang suka dengan kinerjamu, namun aku tidak memiliki kendali atas semua ini lagi.” Jawab Pak Bos. Aku memutar halaman pertama dari dokumen itu lagi, dan mencari dimana letak kesalahan yang mungkin tertulis. Aku merupakan tipe orang yang bisa memb

