Dia menatapku, sambil memakai sebuah kemeja putih bersih dan juga wangi memegang dokumen di tangannya. Walaupun aku tak tahu dokumen apa pun itu yang sedang dia bawa sekarang, namun aku mengingat dokumen yang tadi Pak Bos berikan kepadaku. Dokumen itu sama persis dengan yang sedang ia bawa sekarang ini. Dan mungkin, dia sedang membaca dokumenku itu. “Siapa yang menyuruhmu kemari? Dimana para bodyguard di luar ruangan itu saat ini?” Tanya Darrel kepadaku sekarang. Tatapannya benar-benar sinis menatapku, seakan-akan kalau aku adalah musuh sengit bebuyutannya. Aku pun langsung saja menunjuk orang-orang berbadan besar itu di sana, menunjukkan padanya kalau aku mampu melempar mereka hingga terjatuh tak berdaya. “Mereka jatuh sekarang. Kau mungkin tak memercayainya, namun itulah yang terjadi d

