Di Pagi yang sama. Di Sebuah Taman. ”Akhirnya, setelah lama kita bekerja dan membanting tulang, kita memiliki waktu untuk benar-benar liburan ya sayang.” Ucapku kepada Connor yang terbaring di sebuah matras berwarna hijau menyatu dengan rerumputan yang ada di sana. Dia menutup kepalanya sendiri karena silau terkena cahaya matahari yang bisa membuatnya terbakar hidup-hidup. “Ya, walaupun memang ini bukanlah hari liburan yang besar, aku bersyukur masih bisa bernafas dan menghirup udara segar seperti sekarang ini. Para pekerja itu terlalu bersemangat sampai aku sendiri merasa sungkan bagaimana caranya untuk menghentikan mereka sekarang ini.” Ucap Connor kepadaku. Baju kemeja garis-garisnya kumal karena dia tidak memiliki pose tidur yang benar. Aku mengangkat penutup rantang yang kubawa saa

