Di Alam Entah Berantah Aku berada di taman sekarang, banyak orang di sekelilingku riang gembira bersama dengan orang-orang tercinta mereka. Bersama dengan matras warna-warni dan juga makanan ringan di dalam kotak keranjang, aku merasa sangat kenyang saat melihat orang-orang itu memakan makanan ringan yang sedang mereka luapi sekarang ini. Aku sendiri, bersama seorang pria lelaki paruh baya, dengan perut tambun dan juga kancing kemeja yang tak cukup untuk bahkan mengancingi perutnya sendiri. Aku mengenal pria ini, dia adalah ayahku. Topi bergambar sapi berasal dari maskot tim kesayangannya benar-benar membuatku mengenal dirinya bahkan dari jauh. Karena, tim yang di dukung oleh ayahku itu adalah sebuah tim papan bawah yang tak populer. Mereka memiliki performa yang sangat buruk bila diban

