Aku mengikuti saran Ibu, untuk pergi ke konselor yang dia rekomendasikan kepadaku. Aku tak berpikiran apa-apa saat pergi dan menerimanya, pikiranku hanya mencoba untuk mendapatkan kondisi jiwaku lebih tenang dan juga lebih sehat daripada sebelumnya. Syukur-syukur jika aku bisa sembuh setelah keluar dari konselor itu, namun aku juga tidak kaget jika mereka mendiagnosisku sebagai orang gila. Sebenarnya, aku berada di rumah ibu kurang lebih selama 1 minggu, meninggalkan pekerjaan dan kantor selama itu membuatku cukup takut jika meninggalkan banyak sekali berita-berita penting selama aku pergi. Aku bahkan tidak berusaha untuk mencari tahu kepada Wulan atau Arya tentang pekerjaan, aku hanya berusaha untuk menenangkan diriku sendiri di sendi. Dan aku harap mereka paham. Ibu, pada awalnya menga

