“Sabrina, apa yang terjadi kemarin?” tanya Wulan kepadaku dengan berlari terhuyung-huyung. Aku memasang muka sedih sambil menaikkan kepalaku sendiri sekarang, aku benar-benar gundah gulana, tak tahu apa yang akan terjadi kepadaku selanjutnya saat ini. Dan meskipun Wulan bertanya seperti itu, aku yakin dia sudah mengetahui rumor yang menyebar kemarin. “Ya begitulah, aku sudah tak memiliki selera lagi untuk datang ke kantor.” Jawabku kepada Wulan. Di sekitarku, aku bisa merasakan kalau orang-orang kantor ingin sekali mengetahui informasi dariku, menguping pembicaraanku meskipun mereka tidak benar-benar mencoba untuk menatapku dan melihat ke arahku, aku bisa merasakan dari aura yang mereka tebar kepadaku sekarang ini. “Maafkan aku Sabrina. Aku merasa bersalah karena telah meninggalkanmu lem

