61 - Memilih Luna

1926 Kata

Luna duduk lemas di sofa, Gama benar benar gila. Bagaimana tidak? Mereka selesai saat jam makan siang. Sekarang perut Luna keroncongan. Gama malah asik bergelut dengan laptopnya. “Mas.” Panggil Luna. “Hm?” “Luna lapar, ayo makan.” Ajak Luna. Gama menepuk jidatnya. Ia mengintip jam tangannya. Jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Gama menghampiri Gama, duduk disamping gadis itu. “Mau makan apa?” tanya Gama. Bukannya menjawab, Luna malah mendekati Gama dan memeluknya erat seraya menggeleng. Sikap manjanya kembali. Amarahnya terhadap Gama perlahan memudar. “Capek hm?” tanya Gama mengusap lembut pipi Luna. Lagi, Luna mengangguk. “Pesen aja gimana?” “Tapi Luna pengen makan di tempat.” Gama mengangguk. Ia menuruti ucapan Luna. “Ya udah kalo gitu mau makan apa?” tanya Gam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN