Hans pulang dengan semangat yang membara. Harapannya untuk bercinta, telah membuat wajahnya memerah. Rasanya, ingin sekali segera tiba di pelukan istrinya. Tetapi jalanan yang padat merayap, membuatnya harus mengelus dadaa. "Sepertinya macet berat," gumam Hans sambil mengetuk empat jari tangan kanannya pada setir mobil. Hari ini, ia ke kantor tanpa sopir. Sebab, putranya memiliki jadwal imunisasi di rumah sakit. Matanya terus saja memperhatikan jalanan. Meskipun baru beberapa menit saja, tapi ia merasa sudah sangat lama. Bahkan Hans tampak bosan, dan terus saja mengganti posisi duduknya. Setelah 20 menit, kendaraan mewah berwarna hitam itu, belum juga bergerak sedikit pun. Sementara, hari mulai gelap dan Hans tidak ingin Aurora berpikir bahwa dirinya tidak menginginkan belaian dari ratu

