Ancaman

1749 Kata

"Sayang!" panggil Hans saat Aurora tidak sedang fokus kepadanya. "Sedang sibuk?" "Baru selesai. Ada apa, Hans?" "Besok malam minggu, kan? Ingin makan malam denganku di tempat yang spesial?" Aurora melengkungkan bibirnya sambil mengintip Hans Prawira dari samping kanan. "Rayuan maut seperti apa lagi yang ingin kamu pamerkan kepadaku, Sayang?" goda wanita bermanik mata biru sambil merapikan jas yang suaminya kenakan. Hans terpancing untuk tersenyum simpul. Lalu ia memeluk pinggang istrinya yang mungil. "Bagaimana ya? Rasanya ... aku masih haus," ujarnya dalam tatapan nakal. "Boleh, ya?" Aurora memiringkan wajah dan menempelkan bibirnya. "Tentu saja," bisik hot mami itu, sambil melepaskan kecupan tersebut. "Oh iya, nanti malam mungkin akan pulang terlambat. Ada undangan dan kemungkinan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN