Setelah melakukan rayuan sederhana, Hans mendapatkan keinginannya. Dia merasa selalu saja menang di dalam urusan ini. Padahal bukan seperti itu. Sebab Aurora juga memiliki hasrat yang kuat. "Sayang! Kamu mandi dulu ya?" Aurora membuka kancing baju suaminya. "Tapi, sore ini, kan?" Hans mengajukan pertanyaan tentang waktu percintaan yang ia harapkan. "Sayang?" Aurora tersenyum rapi. "Tentu saja. Putramu juga sedang tidur, bukan? Ini adalah waktu yang bebas untukmu, Hans." Hans menarik kedua sisi bibirnya sama rata. Dari titik ini, ia sudah merasa berdebar. "Baiklah, aku akan mandi dengan cepat." "Dan keluarlah dengan seksi!" goda Aurora sambil mengulum senyumnya. "Ha ha ha ha ha, Sayang. Kamu memang yang terbaik." Kemudian Hans meninggalkan Aurora untuk membersihkan diri. Selama Hans

