10.Perselisihan Edi dan Edo.

1208 Kata
Semua para karyawan berkumpul dan memberi waktu untuk berdoa sejenak atas kepergian Edi. Sementara Ryu masih terus berpikir akan kejadian yang menimpa Edi. Tidak mungkin Edi sampai celaka seperti itu karena keteledorannya sendiri. Jalanan ditempat ini kan tidak licin apalagi lantainya. Lagi pula saat itu Edi mengenakan sepatu karet. Polisi mengatakan kalau kematian Edi adalah murni karena kecelakaan namun kata hati Ryu masih menduga kalau yang menimpa  Edi  adalah pembunuhan. Hanya saja Ryu masih belum bisa membuktikan siapa pelaku sebenarnya. Sangat sulit karena tidak adanya petunjuk yang mengarah kepada siapa pun di tempat itu. Akhirnya acara rekreasi ini selesai sebelum waktu yang di tentukan semula. Akibat insiden yang terjadi terhadap salah satu teman mereka sehingga acarapun di percepat diluar schedule yang sudah dibuat sebelumnya. Semua para karyawan akhirnya kembali ke bus masing-masing untuk kembali pulang. Panitia mengatakan besok siang mereka akan berkumpul lagi untuk berkunjung kerumah Almarhum Edi dan memberi ucapan turut berduka cita kepada keluarga Edi. Saat dalam perjalanan pulang. Semua Karyawan yang berada didalam bus yang ditumpangi oleh Ryu sibuk membicarakan Edi teman mereka yang barusan meninggal dunia, "Kasihan Edo, sejak dulu Edo sangat menyayangi Edi saudaranya itu. Meski Edi sering sangat cuek kepada Edo" "Kini Edo harus merasa sendiri karena ditinggal oleh saudara kembarnya Edi"ucap salah satu karyawan yang membicarakan tentang Edo saudara kembar Edi. Ryu merasa penasaran akan kedua saudara kembar ini, "Hei...bukankah Edo terlihat sangat cuek kepada Edi karena Edi terlalu pendiam?" tanya Ryu kepada teman sekerjanya. Ryu tidak begitu mengenal kedua saudara kembar ini. Karena Ryu belum terlalu lama menjadi karyawan ditempatnya bekerja saat ini. "Tidak Ryu. Sejak dulu Edo itu sangat perhatian dan sayang kepada Edi sebagai saudaranya. Hanya saja Edi terlalu sering minder dan iri sebab orang-orang selalu memuji Edo." jelas teman sebangku Ryu. "Iri...?apa yang membuat Edi iri kepada Edo?" tanya Ryu lagi. "Semuanya Ryu! Edi tidak bisa dalam beberapa hal. Mulai hal dalam pelajaran Saat mereka berdua masih sekolah. Sampai hal-hal pekerjaan rumah. Edi juga iri karena wanita yang Edi sukai akhirnya selalu memilih Edo." jelas teman-teman Ryu. "Darimana kalian mengetahui hal itu?" tanya Ryu heran atas semua cerita mereka. "Edo yang sering menceritakannya kepada kami. Edo sering curhat dan menanyakan kepada kami bagaimana hubungan persaudaraan kami dirumah dengan saudara kandung kami masing-masing. Edo sangat sayang kepada Edi. Tetapi Edi selalu menganggap Edo berpura-pura saja dihadapan orang-orang" "Apakah mereka pernah bertengkar sebelumnya?" tanya Ryu lagi. "Pernah. Saat itu Edi memberikan sebuah hadiah ulang tahun kepada salah satu karyawan wanita. Nampaknya Edi menyukainya. Namun wanita itu salah mengira. Dia berpikir kalau kado itu adalah pemberian Edo karena kado mereka tidak diberikan nama dan bungkus sampulnya pun bercorak sama." "Iya benar. Karena hal tersebut esok harinya Edi memaki Edo didepan para karyawan.Edi berkata kalau kehidupannya seperti ini semua karena Edo" ucap salah satu karyawan lagi. "Semua karena Edo? Apa maksud perkataan Edi itu kepada Edo. Apakah sebelumnya Edo pernah menyakiti Edi?" tanyaku yang semakin penasaran dengan saudara kembar ini. "Kami juga tidak tau Ryu. Kami hanya tau ternyata tidak ada keakuran yang terlihat diantara mereka." jawab teman sebangku Ryu. Ryu ingin banyak bertanya tentang kedua saudara kembar ini dari teman sekerjanya yang sudah lama bekerja di tempat Ryu bekerja. Hanya saja Ryu belum mendapatkan jawaban yang memuaskan akan teka-teki kematian Edi dari mereka. Bus telah tiba di kantor Ryu sebagai pemberhentian terakhir. Beberapa karyawan ada yang pulang terlebih dahulu ada pula yang langsung berangkat menuju ke rumah Edi dan Edo untuk mengucap kan turut berduka cita kepada keluarganya. "Nay. Maaf aku tidak bisa mengantar mu. Kamu pulang naik taksi saja yah, aku mau langsung ke rumah Edi." "Oh...ya sudah aku akan naik taksi. kamu tidak usah khawatir, Ryu." "Maaf yah. Masalahnya Edi dan Edo adalah teman sekerja ku. Kami adalah satu team. Ucap Ryu menjelaskan kepada Nayara. "Tidak apa-apa sayang. Aku gak marah sama kamu. Tetapi kamu setelah itu langsung pulang yah. Kamu harus istirahat juga!" sahut Nayara. "Sip...kamu memang perhatian banget sama aku, Nay." Nayara pun pergi meninggalkan Ryu yang akan menuju rumah Edi dan Edo. Ryu lalu mengambil motornya yang dia parkirkan di parkiran khusus karyawan di kantornya. Saat Ryu menyalakan mesin motornya. Ryu merasakan seolah ada yang sedang memperhatikannya. Ryu mencari disekitarnya namun tidak ada orang dan sosok lain yang dia temui, "Apakah itu Kau Ariel?" tanya Ryu dan Ryu kembali menyalakan mesin kendaraannya. Ryu menjalankan laju motornya dan hendak keluar dari pintu parkiran. Namun Ryu dikejutkan dengan sosok yang berdiri dihadapannya. "Edo...!" ucap Ryu sambil menghentikan motornya. "Baru saja aku mau ke rumah kamu. Aku turut berduka ya" ucap Ryu lagi. Namun Edo seolah tidak perduli dan pandangannya kosong serta wajahnya terlihat pucat. Ryu mulai curiga dan menduga kalau yang ada dihadapannya ini bukanlah manusia. Pasti ada roh iseng yang mencoba menyerupai wajah Edo karena Edo masih hidup. "Hei cepat minggir! Aku tau kamu hanya roh iseng yang ingin menggangu ku kan! Cepat minggir atau aku tabrak!" ucap Ryu sambil melajukan motornya dan tidak memperdulikan sosok dihadapannya. Roh yang menyerupai Edo itu segera menghilang saat Ryu melajukan motornya kearah Roh itu berdiri, "Apa kataku. itu pastilah Roh iseng dia tau aku akan kerumah Edo. Roh itu ingin menjahili ku" ucap Ryu dan Ryu kembali menjalankan motornya lalu bergegas menuju arah rumah Edo dan Edi. Setelah Ryu tiba disana. Sebagian teman kerjanya yang mengunjungi rumah Edi dan Edo hendak berpamitan pulang. Mereka sudah lebih dulu tiba dari Ryu. Ryu lalu mengucapkan turut berduka kepada Edo dan keluarganya. Saat hendak pulang Ryu bertemu dengan kekasih Edo yaitu Ratna. Ryu mengajak Ratna untuk berbincang-bincang. "Hai Ratna. Aku Ryu teman sekerja Edo" "Aku tau kok. Kamu pacarnya Nayara kan? Aku itu dulu pernah satu sekolah dengan Nay" "Aku turut berduka yah atas kematian Edi, saudara kembar pacar kamu Edo. Aku gak menyangka kalau dia terpeleset sampai meninggal" "Aku juga merasa bingung Ryu. Sebelum kejadian itu aku baru saja hendak berpisah dari Edo. Edi mengirim pesan kepada Edo kalau kakinya terkilir. Edo langsung segera menghampiri Edi." Cerita Ratna kepada Ryu "Edi mengirim pesan?" tanya Ryu heran. "Iya. Edo menunjukkan isi pesan itu kepada ku. Edo itu sangat menjaga Edi saudaranya. Sebab...?" "Sebab apa Ratna?" tanya Ryu penasaran. "Sebab dulu Edi pernah terjatuh karena menolong Edo dan dia mendapat musibah tidak akan bisa menggunakan tangannya untuk berkreasi merakit mainan lagi. Inilah yang membuat Edo selalu merasa bersalah kepada Edi. Ini rahasia kita yah, aku hanya memberitahukannya kepada kamu saja Ryu." jelas Ratna kepada Ryu. "Jadi seperti itu yah. Aku masih penasaran saja bagaimana cara terjatuhnya Edi. Sampai dia celaka seperti itu." "Aku juga tidak mengerti. Aku mencoba menanyakannya kepada Edo namun tampaknya Edo masih berduka akan kematian Edi. Edo juga sedikit mengabaikan ku. Aku memakluminya karena dia sedang berduka." Ryu akhirnya kembali pulang kerumah setelah berbincang-bincang dengan Ratna kekasih Edo. Ryu terus memikirkan semua yang Ratna ceritakan tentang Edi dan Edo. Ternyata ada suatu masalah pribadi yang begitu pelik diantara saudara kembar ini. Kalau menilai dari cerita Ratna barusan. Edi adalah orang yang paling dirugikan atas masalah diantara mereka. Ryu tiba dirumah dan saat memasuki kamarnya. Ryu merasakan seperti sosok lain sedang mengikutinya. Ryu mencoba acuh seolah Ryu tidak mengetahuinya dan saat Ryu hendak melewati cermin pada kamarnya Ryu lagi-lagi melihat sosok roh menyerupai Edo. Pikir Ryu mengapa sosok Roh yang mirip Edo ini terus mengikuti Ryu. Namun ketika Ryu hendak menyapanya, roh itu diam saja tidak berbicara membuat Ryu semakin heran saja. Bersambung. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN