Sudah hampir tiga bulan Ryu bekerja dikantor baru tempat Ryu bekerja saat ini bersama kekasihnya Nay. Kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun kantor mereka. Perusahaan mengadakan tour ke luar kota yaitu kesebuah pegunungan selama tiga hari untuk sekedar membuat para karyawan terlepas dari segala rutinitasnya yang penat setiap harinya selama bekerja.
Semua karyawan senang saat mendengar hal menyenangkan itu. Begitu juga dengan Ryu dan Nayara. Ini adalah kesempatan Ryu untuk bersenang-senang dengan Nay kekasihnya. Ryu segera membayangkan dirinya asik berdua dengan Nay dan pergi ketempat yang sepi jauh dari karyawan yang lainnya. Lalu mereka akan berdua saja dengan mesra tanpa ada orang yang menggangu mereka. Mungkin saling berpelukan, berciuman atau ber...? Ah...Ryu segera menepis hal m***m yang baru saja dibayangkannya dengan Nay.
Rombongan Bus kantor Ryu tiba dengan tepat waktu. Mereka menyewa beberapa unit Villa besar untuk para karyawan yang akan menginap selama tiga hari masa perjalanan rekreasi mereka.
Kamar mereka segera dibagikan dan sesuai peraturan tidak boleh ada yang satu kamar antara pria dengan wanita baik itu suami istri sekali pun.
Ryu menempati kamar bernomor sembilan belas sementara Nay menempati kamar dengan nomor sebelas. Ryu satu kamar dengan dua orang teman kerjanya yang bernama Edi dan Edo. Mereka adalah saudara kembar dan yang membedakan keduanya adalah kaca mata mereka. Edi memakai kaca mata sementara Edo tidak.
Setelah semua menempati kamar, acara pertama dari ulang tahun kantor Ryu adalah kata sambutan dari direktur perusahaan itu.
Direktur perusahaan itu memberitahukan susunan acara apa saja yang akan mereka jalani dan esok adalah pengumuman siapa karyawan yang akan mendapatkan kenaikan jabatan sebagai hadiah dari prestasinya bekerja selama ini.
Semua team teman kerja Ryu berbisik dan menyebutkan kalau nama Edolah yang pastinya mendapatkan penghargaan itu. Karena memang Edo yang selalu menunjukkan kinerja yang bagus di kantor setiap harinya. Edo adalah karyawan paling terpandai di kantor tempat Ryu bekerja. Edo sangat mudah bergaul dan aktif menyapa setiap teman kerja yang dia jumpai dijalan. Edo adalah tipe orang yang bersahabat. Berbeda dengan Edi saudara kembarnya yang terkenal kaku dan pendiam. Mereka berdua saudara kembar tetapi yang satu Ekstrovert dan yang satu lagi Introvert.
Semua kembali kekamar masing-masing setelah acara kata sambutan itu. Saat aku dan kedua teman ku itu sedang beristirahat di kamar, seseorang mengetuk kamar kami.
Tok...tok...tok...segera Edi membuka pintu kamar kami dan yang adatang adalah Ratna kekasih dari Edo. Namun Ratna salah mengenal Edi yang dia kira adalah Edo karena saat itu Edi tidak sedang memakai kaca matanya. Ratna segera memeluk Edi, "Sayang...kita keluar jalan-jalan yuk!" pinta Ratna yang mengira pria yang dipeluknya adalah kekasihnya yaitu Edo.
Segera Edo langsung menghampiri Ratna dan mencoba melepaskan pekukan Ratna dari Edi dan memberikan kaca mata milik Edi, "Ini Edi bukan aku Edo!" ucap Edo kepada Ratna dan Ratna segera menjauh mundur dari Edi, "Maaf aku salah kira. Aku pikir pacar aku Edo. Maaf yah!" ucap Ratna dan Edi hanya mengangguk tanpa ekspresi karena memang seperti itulah Edi setiap harinya.
Edo segera menarik tangan Ratna dan meninggalkan Ryu dan Edi dikamar sendiri.
"Andai saja Nay juga mengajak ku pergi jalan. Pasti menyenangkan!" ucap Ryu namun Ryu segera meminta maaf karena perkataan barusan pastilah menyinggung Edi saat ini pikir Ryu, "Maaf Edi tadi aku hanya bercanda saja" ucap Ryu lagi dan Edi hanya tersenyum, "Gak apa kok Ryu. Aku sudah terbiasa sendiri" sahut Edi.
Bagi Ryu memang sangat susah berteman dengan seorang teman yang introvert akut. begitulah Ryu menjuluki Edi yang terkenal pendiam dan tidak mudah bergaul dan terkesan kaku.
Edi mengeluarkan suatu mainan robot yang terbuat dari lego. Mainan itu terus dipandangi oleh Edi. Membuat Ryu penasaran, "Itu punya kamu Edi? Mainan waktu kecil?" Edi tersenyum sambil menatap mainan robot itu, "Iya ini adalah mainan kesukaan ku waktu kecil dulu,tetapi tangannya patah dan hilang" ucapnya sambil memainkan mainan itu.
"Mainan yang bagus" Sahut Ryu dan Edi seolah tidak menanggapi perkataan Ryu barusan.
Ryu mulai mengantuk karena lelah dalam perjalanan saat di bus tadi. Ryu pun mencoba memejamkan matanya sejenak.
Ryu lagi-lagi bermimpi seperti biasanya. Namun kali ini Ryu melihat Edi berlumuran darah dan tubuhnya tergeletak disemak-semak. kepalanya berlumuran darah, seolah seperti dipukul benda tumpul dan tubuhnya seperti habis dipukuli. Ryu terbangun dan mengusap keringat nya yang bercucuran karena mimpinya. Ryu melihat Edi yang sudah tertidur dan baik-baik saja. Seharusnya Ryu tidak tidur siang ditempat yang baru dia kunjungi. Ryu berpikir akan mimpinya kembali, 'Aku bermimpi Edi mati terbunuh. Tetapi kapan itu akan terjadi dan apakah itu kecelakaan atau pembunuhan? Apa sebenarnya yang akan terjadi kepada Edi nanti' Ryu berkata sendiri pada dirinya. Tiba-tiba kamar Ryu terketuk kembali dan ternyata yang datang adalah Nay kekasih Ryu.
"Hai...sayang. aku lupa memberikan ini sama kamu. Ini adalah kue yang aku buat hanya untuk kamu" ucap Nay sambil menyuapi kue tersebut ke mulut Ryu, "Hmm...enak. pasti kamu membuatnya dengan cinta yah?" tanya Ryu dan Nay pun menjawabnya, "Iya dong. Aku membuatnya dengan cinta" ucap Nayara sambil tersenyum.
Saat sore hari dimana adalah acara bebas, semua karyawan bebas untuk pergi kemana saja dan perusahaan memberikan waktu sekitar tiga setengah jam. Semua saling membawa pasangannya masing-masing baik yang suami istri atau pun yang berpacaran. Nay segera mengajak Ryu untuk mengunjungi sebuah toko pernak-pernik yang ada di kota itu. Tempat dimana menjual berbagai barang hasil kerajinan tangan. Ryu pun akhirnya pergi ketempat itu bersama Nay kekasihnya.
Saat Nay dan Ryu sedang asik menikmati belanja mereka tiba-tiba ponsel mereka berdua berbunyi. Ternyata ada pesan dari group kantor mereka yang memberitahukan kepada karyawan untuk Segera kembali ke villa tempat mereka menginap. Ryu dan Nayara segera kembali ke Villa tempat mereka menginap.
Betapa terkejutnya Ryu dan Nay saat mendapati didepan Villa itu ada beberapa mobil polisi dan Ambulance, "Ada apa yah? Kenapa ada mobil polisi dan Ambulance?" tanya Nayara kepada Ryu. Dan Ryu segera menarik tangan Nay untuk melihat apa yang terjadi.
Ryu terkejut mendapati Edi tergeletak dengan bersimbah darah. Edo menangis terisak di sebelah mayat Edi dan Ratna mencoba menenangkan Edo kekasihnya.
Ryu merasa bingung, menurut Ryu tadi Ryu meninggalkan Edi dikamar masih keadaan baik-baik saja. Lalu Ryu menanyakan kepada beberapa teman kerjanya. Ryu penasaran apa sebenarnya yang terjadi pada Edi sampai dia meninggal seperti ini.
"Apa yang terjadi pada Edi? Mengapa dia bersimbah darah seperti ini?" tanya Ryu kepada beberapa teman kerjanya.
"Kami mendengar suara Edi berteriak dan kami mencari asal suara itu dan mendapati Edi sudah terbaring dengan bersimbah darah. Kami rasa dia mengalami kecelakaan terpelesat dilantai dan kepalanya membentur lantai" cerita salah satu dari mereka.
Polisi akhirnya membawa jenasah Edi kedalam Ambulance dan juga Edo yang masih terus menangis. Semua seperti apa yang ada pada mimpi Ryu kemarin. Namun pada mimpi Ryu. Edi meninggal bukan karena kecelakaan melainkan dipukul oleh sebuah benda berat. Ryu bingung apakah yang dilihatnya benar atau sebenarnya itu adalah petunjuk kematian Edi. Atau sebenarnya kematian Edi bukanlah karena kecelakaan tetapi karena terbunuh oleh seseorang.
Bersambung.