7. Barang bukti utama.

1285 Kata
Ryu menatap buku harian yang berada ditangannya. Amora baru saja menunjukkan dimana buku hariannya di kubur oleh pak Adrian. Ryu memeriksanya lembar demi lembar dan ada beberapa lembar halaman yang hilang dan terlihat seperti sengaja di robek. Sekarang Ryu harus mencari cara untuk menemukan beberapa lembar kertas yang hilang dari buku harian Amora. Kertas yang hilang itu adalah bukti dari kejahatan pak Adrian. Amora mengatakan ada beberapa bercak darah pada kertas itu saat pak Adrian menghabisi nyawa Amora. Ryu kembali pulang kerumah, kali ini dia merasa sangat lelah karena seharian ini pikirannya bergulat dengan masalah Amora dan roh pramugari yang masih harus dia bantu. Ryu lalu mulai menarik nafasnya dan memanggil roh pramugari itu, "Hei...nona apakah kau berada disini. Tunjukkanlah wujud mu. Ada yang ingin aku bicarakan!" teriak Ryu. Seketika wanita itu muncul, "Tuan Ryu memanggil saya. Apakah tuan sudah memberitahukan masalah ku kepada kekasih ku itu?" tanya roh pramugari itu. Ryu merasa berat untuk mengatakan kepadanya, "Maaf aku belum menyampaikan pesan mu. Hanya saja ada hal lain yang berhubungan dengan kekasih mu dan juga tetang kematian mu" ucap Ryu. "Mengenai kematian ku? Ada apa dengan Adrian, apakah ada sesuatu yang terjadi dengannya?" tanya roh pramugari itu penasaran dan khawatir akan kekasihnya itu. "Begini nona. Kekasih mu itu pernah menodai dan membunuh seorang gadis dan sebelum meninggal gadis itu sempat bersumpah" jelas Ryu. "Bersumpah? Membunuh? Apa maksud tuan dengan pernyataan ini?" tanya pramugari itu heran dengan maksud Ryu. "Kematian mu sebenarnya kerena sumpah gadis itu kepada Adrian kekasih mu. Coba nona ingat kembali seharusnya pramugari yang menaiki pesawat itu bukan nona, melainkan teman nona yang lainnya. Tetapi teman nona mengalami kecelakan saat menuju kebandara bukan? Ryu memcoba menjelaskan apa hubungan sumpah itu dengan kematian pramugari itu. "Da-dari mana tuan Ryu mengetahui hal ini, aku belum menceritakannya kan!" ucap pramugari itu terkejut akan semua yang Ryu ketahui. "Aku bisa membacanya saat melihat wajah mu karena itulah keahlian ku." "Tuan benar. Aku menggantikan teman ku yang terkena kecelakaan kecil saat menuju kebandara. Kakinya terkilir sehingga membuatnya tidak bisa mengikuti penerbangan ini. Lalu aku yang menggantikannya. Tetapi apa hubungannya dengan sumpah wanita itu?" tanyanya lagi yang masih bingung. "Wanita itu bersumpah, semua wanita yang Adrian cintai akan mati saat dia akan mengatakan cintanya kepada Adrian." "Apa! Lalu tujuan wanita itu apa dengan menyumpahinya?" "Tujuannya adalah agar Adrian tidak bahagia dan terus hidup sendiri tidak ada pasangan yang dia cintai yang akan hidup menemaninya.sebagai balasan atas perbuatannya" "Jahat sekali wanita itu!" "Yang jahat adalah Adrian karena telah menodai dan membunuh Amora dengan kejam. Kebahagiaan gadis itu hilang dan keluarganya menjadi sedih. Karena itulah Amora menyumpahinya agar Adrian menderita." "A-Amora...?" tanya parmugari itu sedikit terkejut. "Ya...nama gadis itu adalah Amora." sahut Ryu. "Bukankah Amora itu adalah mahasiswa dari Adrian? Dia dulu pernah menceritakannya kepada ku kalau muridnya Amora menggilainya hingga bunuh diri karena Adrian tidak menerima cintanya. Sampai sekarang Adrian terus merasa sedih atas kematian salah satu mahasiswanya itu." "Semua yang dia ceritakan adalah bohong. Sebab saat ini Amora bernasib sama seperti mu nona. Roh nya tidak bisa kembali ke alam keabadian karena keinginannya belum tercapai. Yaitu membuat Adrian menyerahkan diri ke polisi atas kejahatannya." "Tuan Ryu. Dapatkah aku bertemu dengan Amora.?" pinta Pramugari itu. "Tidak bisa. Kekuatan dimensi kalian berbeda. Amora meninggal dengan jalan terpaksa sementara diri mu karena kecelakaan. Kalian bisa hancur jika saling bertemu. Sebab kalian saat ini  sedang tarik menarik akibat sumpah dari Amora." "Apakah karena sumpah itu juga aku tidak dapat, masuk kedalam mimpi Adrian sama sekali?" "Ya...itu benar. Sumpah itu tidak akan hilang sebelum Adrian mengakui semua kejahatannya. Kalau kau tidak mempercayai kata-kata ku barusan. Kau bisa ikut bersama ku besok. Aku akan membuka semua kejahatan Adrian dan aku memohon bantuan dari mu, nona!" "Apa itu tuan, aku akan membantu jika memang aku sanggup." ucap pramugari itu. "Tolong catat apa saja benda dan tempat mana saja yang menjadi kenangan kalian berdua! Aku akan menunjukkan seberapa besar cintanya kepada mu?" "Baik tuan Ryu aku akan menuliskannya." Roh pramugari itu segera menuliskan benda apa saja yang menjadi kenangan antara dirinya dan Adrian kekasihnya. "Ini tuan, saya sudah Menuliskanya" ucapnya sambil menyodorkan kertas yang sudah dia tuliskan. Ryu lalu menerima kembali kertas itu dan membacanya, "Pita merah dan bingkai foto. Apa warna dari bingkai fotonya?" tanya Ryu, "Apakah bingkainya berwarna kehijauan?" sahut Ryu lagi. Pramugari itu tersenyum kepada ku, "Benar tuan. Bingkai itu berwarna agak kehijauan dan sehelai pita yang berwarna merah cerah. Bagaimana tuan Ryu tau akan warnanya?" "Aku melihatnya kemarin dirumah pak Adrian" pikiran Ryu menerawang jauh kembali mengingat saat dia berada dirumah Adrian. "Dalam bingkai itu terdapat foto kami berdua. Yaitu fotobaku dan Adrian." ucap pramugari itu dengan perasaan senang. "Tdak begitu. Dalam bingkai itu saat ini hanya ada foto Amora saja sewaktu masih remaja." jawab Ryu lagi kepada pramugari itu. Saat Ryu mengatakan hal itu kepadanya, entah kenapa pikiran Ryu teringat akan foto pramugari itu yang digantikan oleh pak Adrian menjadi foto Amora sewaktu masih remaja dulu. Tidak seberapa lama Ariel muncul dihadapan Ryu dan roh pramugari itu segera menghilang karena kedatangan Ariel. Ariel mengatakan hal yang sama tentang bingkai foto itu, "Ryu! Aku menncurigai foto Amora pada Bingkai itu. Kau perhatikan tidak tanggal yang tertera pada foto tersebut? Tulisan tahunnya agak aneh. Sepertinya tulisan itu tertimpa warna tinta yang tidak sama." Ariel juga merasakan kecurigaan sama seperti pikiran Ryu barusan. Ryu lalu bergegas mengambil jaket miliknya serta kunci motornya, "Ayo...sudah saatnya kita membuat pak Adrian mengakui perbuatannya!" ucap Ariel yang hendak bergegas akan pergi, "Malam Ini juga?!" sahut Ariel sambil mengikuti Ryu pergi. Mereka segera menuju ke tempat pak Adrian tinggal. Ryu dan Ariel yakin bukti yang mereka temukan ini akan membuat pak Adrian mengaku dan tidak dapat mengeelak. Dengan menambah kecepatan laju motornya. Ryu akhirnya sampai dikediaman pak Adrian, "Ryu...ayo masuk!" Adrian mempersilahkan Ryu untuk masuk setelah Ryu beberapa kali mengetuk rumah pak Adrian dan Adrian segera membukanya. Ryu curiga kalau pak Adrian sudah mengetahui maksud kedatangan Ryu. Sebab siapa pun orang akan curiga bila menerima tamu tengah malam begini, pikir Ryu. Ryu segera duduk pada sofa ruang tamu, "Maaf pak. Kedatangan saya kemari untuk membicarakan seorang pramugari teman saya yang bapak cintai" Adrian segera menghentikan langkah kakinya saat hendak menuju kedapur untuk menyuguhkan minuman bagi Ryu. Adrian kembali menghampiri Ryu, "Siapa nama pramugari itu, Ryu?" tanyanya kepada Ryu dengan sikap tenangnya. Aku melihat sorot mata yang nampak sedih dimata pak Adrian saat ini, "Dia tidak mengatakan namanya pak. Hanya saja saat wanita itu mengetahui aku adalah mantan siswa bapak dia langsung menyampaikan pesan ini. Wanita itu mengatakan kalau dia juga mencintai bapak!" ucap Ryu kepadanya. Namun wajah pak Adrian seolah tidak mempercayainya, "Tidak mungkin. Kapan kau bertemu dengan nya?" tanyanya lagi masih denga wajah yang tidak percaya akan kata-kata Ryu barusan. "Beberapa hari lalu. Wanita itu juga mengatakan jangan menggantikan dirinya dengan orang lain. Juga foto kalian berdua!" mendengar ucapan Ryu, pak Adrian terkejut seperti orang yang tertangkap basah. "Tidak mungkin kamu bertemu dengannya beberapa hari lalu. Mona sudah meninggal hampir satu bulan yang lalu. Yang kau temui pasti bukan Mona" ucap Adrian panik. "Jadi nama nya Mona? Apakah bapak  mencintainya?" tanya Ryu sekedar memancing sebab Ryu tau Mona saat ini sedang mendengarkan mereka. "Aku mencintainya. Belum pernah aku merasakan perasaan jatuh cinta sedalam ini. Saat itu aku baru saja mengungkapkan persaan ku kepada nya. Namun aku belum mendapatkan jawaban darinya. Karena tidak lama kemudian dia mengalami kecelakaan pesawat. Ini kedua kalinya aku mengalami percintaan yang gagal karena semua kekasih ku meninggal." ucap Adrian sedih. "Kenapa bisa begitu pak? Ini benar-benar aneh" tanya Ryu seolah tidak mengerti akan keadaan yang menimpa Adrian. "Sudahlah. Semua sudah berlalu tidak usah kita bicarakan lagi" Pak Adrian kembali kedapur mengambil minum untuk Ryu. lalu menatap jauh pada bingkai yang berdiri terpajang diatas meja. Bingkai dimana foto Amora waktu remaja terpampang. Saat pak Adrian kembali Ryu mulai menjalankan tujuannya. Bersambung. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN