Wah, aku dibuat speechless mendengar ucapan-ucapan Tasya. Jadi benar cewek itu pelakunya dan dia melakukan semua itu. Tapi apa motifnya melakukan hal ini sesuai dengan dugaanku dan teman-temanku? "Apa bukti ini udah cukup kuat buat bawa Tasya ke sidang sekolah?" tanya Vienna setelah masing-masing dari kami terdiam cukup lama. "Gue rasa cukup," ujar Kak Langit kemudian. "Lo yakin?" tanyaku sangsi. Masalahnya, bukti yang kami miliki sama sekali tidak kuat. Tasya bisa dengan mudah membantah tuduhan itu. "Kita butuh bukti tambahan?" Riga turut bertanya. Aku mengangguk. Menurutku, kami masih harus mencari bukti nyata yang menunjukkan keberadaan Tasya di tempat-tempat itu. Mungkin karena kami sejak awal sudah kesulitan membuktikan keberadaan Tasya, kami harus me

