✉ 59 || Titania Raya

1054 Kata

Susah payah aku berusaha mengalihkan perhatiaan seisi rumah Tasya, ternyata Kak Langit belum mendapat hasil apa-apa. Mana dia ngakunya salah kamar. Ck, dasar lambat. Kalau saja dia bukan kakak kelasku, aku akan mengata-ngatainya dengan ocehan pedasku. Tapi ya sudah lah. Daripada kesal sendiri, lebih baik aku segera mencari sepatu Tasya yang cocok dengan jejak sepatu di loker club taekwondo. Aku menuju ke lemari yang dipenuhi sepatu-sepatu yang disusun dengan rapi. Ternyata koleksi sepatu Tasya lumayan juga. Sepatu-sepatu dengan brand ternama yang dibandrol dengan harga puluhan sampai ratusan juta terpajang di lemari kaca di hadapanku. Aku jadi bertanya-tanya, apa pekerjaan orang tua Tasya hingga mereka bisa sekaya ini. Bahkan koleksi sepatuku saja tidak sampai setengah isi lemari ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN