Upacara pelantikan baru saja selesai. Para panitia camp juga telah meminta semua peserta untuk berbaris dan bersiap kembali ke tempat kemah. Berhubung hari sudah tidak terlalu gelap, kami bisa berjalan dengan baik tanpa diterangi cahaya lilin maupun senter. Mengingat lilin yang peserta bawa memang kebanyakan sudah mengecil karena digunakan dalam waktu yang cukup lama ketika kami menuju ke lapangan ini. Namun Riga masih berada di sekitarku. Padahal sudah kukatakan padanya untuk menjauh. Toh kami tidak jadj saling berbagi cahaya senter. "Vien, jangan ngelamun. Ntar kesambet, lho," ujarnya sambil memainkan rambutku. Riga memang berdiri di belakangku saat ini. Dan sepertinya, tangannya cukup tidak bisa diam. Aku menoleh menandakan bahwa aku tidak sedang melamun seperti yang dia tuduhka

