✉ 49 || Titania Raya

1136 Kata

Semalam setelah makan dan sedikit mengobrol dengan Kak Langit dan beberapa sepupunya, aku memilih kembali ke kamar untuk istirahat. Apalagi Kak Agas juga sempat menelepon dan kami lanjut mengobrol di chat. Aku merasa tidak nyaman kalau harus berselingkuh di depan Kak Langit. Ya, meski Kak Langit juga sepertinya tidak akan cemburu. Kembali ke saat ini, aku baru saja memilih pakaian dan bersiap akan mandi. Setelah mandi, tentunya aku akan sarapan. Aku sudah membuat janji dengan Kak Langit untuk keluar kamar pukul delapan pagi. Tapi sedari tadi, aku belum mendengar keributan yang menandakan adanya kehidupan. Masa sih mereka semua masih tidur? Ya, memang benar kalau semalam mereka begadang. Tapi kan sekarang juga sudah siang. Sudahlah, itu tidak penting. Karena yang penting sekarang adalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN