Kelompokku baru selesai mendirikan tenda. Satu jam yang lalu, panitia camp membagikan tenda dan menyuruh peserta camp untuk mendirikan tenda-tenda itu. Padahal setahuku kami akan menginap di vila yang berdiri di belakang areal perkemahan. “Udah jadi kan tendanya?” tanya cewek yang kini sibuk mengikatkan jaketnya ke pinggang. Cewek lainnya mengacungkan jempol sebagai balasan. Ia berjalan mundur sembari melihat hasil kerja keras kelompok kami. “Vien,” panggil cewek dengan rambut dikucir ekor kuda. Aku pun menoleh padanya dengan tatapan bertanya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sepertinya memang sedari tadi aku hanya membalas dengan bahasa tubuh. Semoga saja mereka tidak menganggapku bisu. “Masukin barang-barang kita ke tenda dong,” pinta cewek berkucir kuda melanjutkan ucapannya yan

