✉ 79 || Titania Raya

1206 Kata

    Saat ini, aku tengah menunggui Kak Agas melengkapi formulir pendaftaran turnamen renangnya. Dia berjongkok dan menjadikan bangku panjang di tepi kolam yang juga kujadikan tempat duduk ini sebagai meja.     Berhubung kepalanya menunduk, aku jadi leluasa memperhatikannya. Aku masih terus bertanya-tanya soal foto yang tadi kutemukan di loker meja kerja Kak Agas.     Apa sebaiknya aku bertanya langsung saja padanya? Tapi bagaimana kalau Kak Agas menganggapku lancang? Ya, meski kenyataannya demikian.     Setelah membulatkan tekad, aku membuka mulutku hendak bertanya padanya. "Kak," panggilku dengan mantap.     Tapi tak seperti yang kuharapkan, Kak Agas malah bangkit dari posisi jongkoknya dan bergegas meninggalkanku. Setelah menjauh lima langkah, dia berhenti dan menoleh padaku.   

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN