Aku baru saja sampai rumah saat tiba-tiba ada telepon masuk ke ponselku. Aku mematikan mesin motorku dan melepaa helm lalu menerima telepon itu. Aku agak mengernyit heran saat melihat nomor Kak Melodi terpampang di sana. Tumbenan dia menelepon. Biasanya kami hanya bertukar pesan saja. Apa ada sesuatu yang mendesak? Kalau diberi tugas, aku mau angkat tangan saja. Moodku sedang buruk dan aku tidak mau diganggu. "Hallo, Kak?" sapaku. "Lo kenal Raya, kan?" tanyanya terdengar memastikan. Aku mengangguk refleks. Lalu sadar bahwa anggukanku tidak akan terlihat oleh Kak Melodi, aku pun menjawab dengan ragu, "Kenal, kenapa emangnya?" "Lo posisi lagi di mana? Bisa balik ke sekolah nggak? Perasaan gue nggak enak. Raya tadi sendirian di ruangan clubnya. Terus kay

