Tadinya aku berencana untuk tidak pergi ke markas hari ini. Namun Riga dan Vienna bilang ada hal mendesak yang perlu kami bahas. Akhirnya aku sungguhan pergi kesana dan sampai di markas sebelum bel pulang sekolah berbunyi. Riga dan Vienna buru-buru menemuiku di markas setelah pulang sekolah. Ternyata mereka menceritakan soal kenekatan Raya. Aku agak kaget saat mendengar bahwa Raya ikut pergi liputan bersama ketua club jurnalistik bernama Melodi itu. "Udah jelas kan apa tujuan Raya?" Riga mulai ngegas. "Aku khawatir kalau Kak Raya bakal merusuh di sana," tambah Vienna takut-takut. Aku setuju. Belakangan ini, Raya agak kurang bisa mengontrol dirinya. Beda dengan saat dia menjabat sebagai Ratu. Dia amat bisa diandalkan menangani setiap situasi. "Ini pas

