Aku tiba di rumah diantar Carita. Seperti biasa, sepupuku itu akan mampir sebentar untuk ngobrol-ngobrol dengan mamaku. Tapi seperti biasa juga, aku tidak ikut serta dalam obrolan mereka. Aku bergegas menuju ke kamar. Bersih-bersih badan lalu naik ke tempat tidur. Aku mau menjalankan rencanaku sejak sore tadi. Pertama-tama, aku akan mengirim pesan pada Arisa. Lalu aku akan meneror dia agar mengakui perbuatannya. Awas saja kalau terbukti bahwa dirinya lah dalang dari kemalangan yang menimpaku beberapa hari lalu. To: Arisa Arisa, lo ada hubungan apa sama Kak Agas? Lama aku menunggu balasan darinya. Bahkan setelah setengah jam berlalu, pesanku tidak kunjung dibaca. Tunggu, bahkan diterima pun tidak! Apa dia mematikan ponselnya? Kurang ajar! Aku menghela na

